Air Mata SBY Mengenang Ani Yudhoyono

publicanews - berita politik & hukumPresiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono menangis saat mengiringi jenazah Ibu Ani Yudhoyono setiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (1/6). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Bogor - Duka mendalam sangat dirasakan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas kepulangan istri tercinta Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono.

Presiden ke-6 RI itu tampak meneteskan air mata saat memberikan sambutan kedatangan jenazah di rumahnya Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (1/6) malam. SBY kembali bercerita mengenai detik-detik terakhir meninggalnya Ani kepada tetamu yang melayat.

SBY menitikkan air mata di kening belahan jiwanya yang terbaring di ruang ICU National University Hospital Singapura. SBY kemudian mengusap air mata itu seraya berbisik.

"'Memo (panggilan sayang untuk Ibu Ani), kami semua ada di sini. Air mata yang jatuh itu adalah air mata cinta, air mata kasih dan air mata sayang'," kata SBY.

Menurut SBY, walaupun istrinya dalam kondisi tidak sadarkan diri, ia yakin istrinya mendengar kata-katanya. Ia melihat Ani menitikkan air mata.

"Tetapi saya melihat di pelupuk matanya ada titik-titik air mata. So she was listening to us. Karena mungkin orang-orang yang disayangi itu masuk dalam hati dan pikiran," kata SBY.

Saat itu, SBY menambahkan, wajah sang istri tampak bahagia. Ia pun kembali berbisik untuk mengucapkan selamat jalan kepada Ibu Ani.

"Saya ucapkan, 'Ibu, selamat jalan, semoga Memo hidup tenang di sisi Allah SWT'," ujar SBY sambil menitikkan air mata dan nada bicaranya terbata-bata.

Sebelumnya, SBY bercerita kondisi Ani sempat membaik dan diperkenankan keluar rumah sakit selama tiga hari. Namun, mendadak kondisinya menurun

"Tiga hari yang lalu, ada krisis, ada ledakan sel-sel kanker meningkat tajam sehingga para dokter kewalahan. Sehingga pada akhirnya masuk ICU," katanya.

Kondisi kesehatan Ani terus memburuk selama dalam perawatan di ruang ICU dan dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (1/6) pukul 11.50 waktu Singapura. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top