Tuntut Kecurangan Pemilu

Bagi-bagi Takjil pada Polisi, Massa Lantunkan Salawat Dipimpin Neno Warisman

publicanews - berita politik & hukumMassa Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat berunjuk rasa di depan Kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Selasa (21/5) sore. (Foto: media sosial)
PUBLICANEWS, Jakarta - Massa yang berunjuk rasa terus berdatangan ke depan Kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (21/5). Mereka bahkan buka puasa dan salat Magrib berjamaah di jalan.

Sejak pukul 17.40 WIB, kordinator unjuk rasa meminta panitia aksi membagikan takjil dan logistik lainnya. Polisi yang berjaga pun mereka beritakjil.

"Silakan tim logistik menyiapkan segera untuk salurkan takjilnya secara estafet di tengah-tengah jemaah yang hadir pada sore hari ini," kata salah seorang orator di lokasi.

Hadir juga Neno Warisman yang memimpin lantunkan salawat nabi. Setelah selawatan, massa melaksanakan salat berjamaah.

Sementara polisi meminta massa yang menamakan diri Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) untuk membubarkan aksi pukul 18.00 WIB.

"Sesuai aturan sampai pukul 18.00 itu bisa segera bubar dan bisa pulang ke rumah masing-masing," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di depan Kantor Bawaslu.

Polda Metro Jaya menyiapkan pengamanan di sepanjang Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. "Jangan sampai kegiatan ini ada yang menyusupi, jangan sampai ada yang menunggangi. Jadi murni apa yang mereka sampaikan," ujar Argo.

Massa tetap bertahan di depan Gedung Bawaslu hingga berita ini dibuat. Mereka menyuarakan dugaan kecurangan yang dilakukan lembaga penyelenggara pemilu 2019. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top