KPK Dapat Banyak Laporan Praktik Culas Pemilihan Rektor

publicanews - berita politik & hukumWakil Ketua KPK Laode M Syarif. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK banyak menerima laporan dugaan adanya praktik korupsi dalam pemilihan rektor di sejumlah perguruan tinggi. Wakil Ketua KPK Laode M Syarief mengatakan, potensi korupsi pemilihan rektor itu terjadi di perguruan tinggi di bawah Kemenristekdikti maupun Kementerian Agama.

"Memang perlu diklarifikasi lagi, tetapi banyak mendapatkan laporan bahwa sistem pemilihan rektor itu mempunyai potensi-potensi korupsi," kata Syarief di Gedung lama KPK, Kavling C1, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (15/5).

Laode menjelaskan, baik di Kemenristekdikti maupun Kemenag menjalankan sistem pemilihan rektor berdasarkan kuota. Menteri mendapatkan hak suara 30 persen. "Itu biasanya bisa disalahgunakan," ujar Lujar Laode.

KPK tengah menelusuri laporan-laporan yang masuk soal praktik culas tersebut. Komisi, Laode menambahkan, telah melakukan banyak hal, salah satunya kerja sama pengedalian konflik kepentingan di perguruan tinggi.

Dugaan Jual Beli Jabatan Rektor UIN, KPK Terbentur Dua Alat Bukti

Soal adanya dugaan adanya cawe-cawe dalam pemilihan rektor ini pertama kali disampaikan oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD dalam acara Indonesia Lawyers Club di TV One dengan tema ‘OTT Rommy, Ketua Umum PPP: Pukulan Bagi Kubu 01?’.

Mahfud membeberkan sejumlah bukti adanya mahar senilai Rp 5 miliar untuk bisa menduduki kursi rektor di Universitas Islam Negeri, di bawah Kemenag.

Namun, pihak civitas akademika UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, membantah pernyataan Mahfud. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top