Sandi Serukan Perjuangan Sampai Titik Darah Penghabisan

publicanews - berita politik & hukumSandiaga Uno bertemu Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta, Senin (13/5). (Foto: Instagram/@sandiuno)
PUBLICANEWS, Jakarta - Calon wakil presiden nomor 02 Sandiaga Uno menyerukan pendukungnya untuk berjuang hingga titik darah penghabisan.

"Kami ingin mengajak saudara-saudara untuk terus berjuang sekuat tenaga sampai titik darah penghabisan. Jaga kedaulatan rakyat. Takbir! Merdeka!" kata Sandi di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5) sore.

Seruan itu, ujar Sandi, untuk melawan berbagai kecurangan yang terjadi sebelum, selama, hingga sesudah pencoblosan Pemilu 2019. Mantan Wakil Gubernur DKI itu memberikan pidato dalam nada tinggi, menggebu-gebu, dan suara bergetar.

Ia menyoroti praktik politik uang yang marak terjadi di daerah, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ia juga mengungkap pemerintah hingga tingkat daerah yang dirasakan berat sebelah.

Dicontohkan bagaimana ia mendapatkan izin lokasi yang sulit dijangkau. "Semua berlangsung dalam lingkungan pengelolaan yang cenderung berat sebelah," ujarnya.

Sandi juga menyoroti daftar pemilih tetap yang bermasalah. Ia menyebut ada 6,5 juta pemilih yang tidak mendapat undangan saat hari pencoblosan. Kemudian soal keterlambatan dan kekurangan logistik hingga pengusiran dan intimidasi saksi-saksi dari pasangan 02 di daerah tertentu.

Ia juga menyoroti sistem penghitungan hasil pemilu versi Komisi Pemilihan Umum. Banyak temuan kesalahan dalam memasukkan data suara. Sandi mengatakan, KPU tidak menanggapi seruan audit.

Anehnya, KPU tetap membiarkan penghitungan menyesatkan itu dengan mengatakan bukan hasil tersebut yang akan digunakan untuk menentukan hasil akhir.

Penggagas pemberdayaan ekonomi OK OC ini menegaskan, BPN Prabowo-Sandi tidak bisa serta merta menerima hasil pilpres. Ia menyebut ada rasa keadilan yang terkoyak akibat praktik kecurangan tersebut.

"Dipastikan akan dipersoalkan legitimasi kepemimpinan nasional yang diraih dengan cara-cara yang tidak bermartabat," ujarnya.

Sandi menegaskan demokrasi adalah soal kesetiaan pada prinsip kejujuran dan keadilan. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top