Jokowi: 5 Tahun Lagi Saya Sudah Enggak Ada Beban

publicanews - berita politik & hukumPresiden Joko Widodo memberi sambutan Musrenbangnas di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Kamis (9/5). (Foto: Screenshot/YouTube)
PUBLICANEWS, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan akan berbuat yang paling baik bagi negara. Ia menyebutkan lima tahun lagi sudah tidak memiliki beban.

"Lima tahun ke depan mohon maaf saya udah enggak ada beban. Saya udah enggak bisa nyalonkan lagi. Apa pun yang paling baik bagi negara akan saya lakukan," ujar Jokowi saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Kamis (9/5).

Pernyataan Jokowi ini terkait penegasanannya bahwa kementerian hingga pemerintah daerah agar menyederhanakan perizinan guna menyongsong Indonesia sebagai negara dengan perekonomian terbesar di dunia.

"Hati-hati, jangan terjebak rutinitas, pola lama setop. Kita harus berhenti," kata Jokowi.

Ia mengingatkan pentingnya mendorong perekonomian dengan membuka peluang investasi. Ia menyentil beberapa daerah termasuk DKI Jakarta yang belum menuntaskan masalah perizinan.

"Investasi, perizinan berbelit, baik di pusat atau daerah. Baik di Jakarta, provinsi, kabupaten, kota, belum ada penyelesaian drastis. Lima tahun lalu investor berbondong datang, tapi yang netas, sangat kecil sekali," mantan Gubernur DKI Jakarta itu menambahkan.

Jokowi mencontohkan ada investor yang harus dihadapkan pada 259 izin. Menurutnya, lima tahun ini sudah dipotong menjadi 58 izin. Ketika menyebutkan jumlah pemotongan izin ini, Jokowi melarang peserta Musrenbangnas bertepuk tangan.

"Nanti (tepuk tangan) kalau sudah izin tinggal lima. Sekarang ini masih ruwet sekali. Harusnya, selesai izin hari ini besok investor sudah bangun," ujarnya.

Presiden juga menekankan pentingan efisiensi lembaga. Bahkan, ia mengancam lembaga yang tidak berkontribusi bisa saja ditutup. "Tanpa itu jangan bermimpi. Ini segera dimulai. Lembaga-lembaga yang tidak memberikan kontribusi, kalau saya tutup, hapus. Banyak-banyakin biaya," ujarnya.

Jokowi juga menekankan agar tidak terjebak rutinitas. Ia mengingatkan dunia mengalami perubahan yang begitu cepat. Bila tetap terjebak pada rutinitas jangan berharap perkonomian Indonesia menjadi 5 besar dunia pada 2045. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top