KPK Bergejolak Pasca Pengangkatan 21 Penyidik Internal

publicanews - berita politik & hukumKomisi Pemberantasan Korupsi. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Penambahan 21 penyidik menjadi polemik di internal KPK. Di sejumlah titik di Gedung KPK, Jakarta Selatan, terdapat sejumlah poster bernada protes mengenai pengangkatan 21 penyelidik internal menjadi penyidik.

Adapun poster menyebut tentang 'penyidik ilegal' serta 'siap-siap praperadilan'. Selain itu ada pula poster yang menuding adanya diskriminasi.

Terkait hal ini, Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Yudi Purnomo angkat bicara. Ia menyatakan WP tidak berada di balik protes tersebut. Apalagi menyebut diri sebagai pihak yang ingin menjaga marwah KPK, namun justru melakukan penyerangan terhadap upaya independensi KPK.

"Wadah Pegawai KPK menyatakan tidak bertanggung jawab serta tidak terkait secara langsung maupun tidak langsung atas tindakan pihak manapun yang menyatakan akan menyelamatkan KPK namun justru melakukan serangan terhadap upaya menjaga independensi KPK dan menolak upaya pengusutan kasus-kasus teror kepada pegawai KPK," kata Yudi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/5).

Menurut Yudi, pengangkatan 21 penyidik sudah sesuai dengan aturan yang berlaku, mereka yang diangkat juga telah berpengalaman. Ia mengingatkan bahwa sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK), KPK boleh mengangkat penyidik. sendiri.

"Putusan hakim praperadilan juga memenangkan KPK ketika koruptor menggugat keabsahan penyidik KPK," ujar Yudi.

Pengangkatan penyidik internal, ia menambahkan, sudah dilakukan sejak 2012. Penyidik yang dilantik beberapa waktu lalu juga sudah diberi tugas oleh Direktur Penyidikan KPK.

"Pengangkatan penyidik internal sudah sejak tahun 2012 dan tidak ada permasalahan karena ini merupakan tekad untuk mewujudkan Indonesia yang bebas korupsi," Yudi menegaskan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top