Ramai-ramai Membantah Provinsi 'Garis Keras' ala Mahfud MD

publicanews - berita politik & hukummahfud Md (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Jagoannya kalah di sejumlah wilayah, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menyebut empat provinsi bekas 'garis keras' yang memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiga Uno menyulut kontroversi.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon dalam cuitannya menyesalkan pernyataan Mahfud yang dianggapnya mengorek luka baru di atas luka lama.

"Sebaiknya belajar sejarah lg. Sy baru tau isi kepala begitu cetek. Kita bisa debat soal ini panjang lebar. Tapi yg pasti, anda sdg menoreh luka baru di atas luka lama,” kata Fadli di akun Twitter miliknya, Senin (29/4).

Hal senada disampaikan Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade. Ia menepis pernyataan garis keras. Sebaliknya, katanya, masyarakat keturunan Minang merupakan penganut agama Islam yang taat dan tetap menjunjung tinggi toleransi.

"Kami adalah umat Islam yg Rahmatan lil Alamin. Kami orang Minang sangat toleran dalam kehidupan beragama. Semua hidup rukun berdampingan," cuit Andre di akun twitter @andre_rosiade pada Minggu kemarin.

Andre mencontohkan, ia sekolah di SD dan SMP Katolik di Kota Padang. Ia menyebut alasan masyarakat Sumatera Barat tidak memilih Jokowi-Ma'ruf karena perokonomian yang sulit, seperti tingginya harga sembako, listrik mahal.

Presiden ILC Karni Ilyas pun ikut mencuit dengan menegaskan bahwa beberapa provinsi pada era Orde Lama melakukan pemberontakan bukan berdasarkan ideologi agama.

Karni menyebut adanya perlawanan Kolonel Simbolon (Medan), Letkol A Husein (Padang), Letkol Ismail Lengah (Riau), Kolonel Kawilarang, dan Lekol V Samual (Sulut).

Mahfud dalam acara wawancara di stasiun TV milik Surya Paloh, Metro TV, menilai kekalahan Jokowi di beberapa daerah karena dulu beberapa daerah tersebut pernah menjadi provinsi garis keras dalam hal agama.

"Tetapi kalau lihat sebarannya di beberapa provinsi yang agak panas, Pak Jokowi kalah. Dan itu diidentifikasi tempat-tempat kemenangan Pak Prabowo itu adalah diidentifikasi yang dulunya dianggap sebagai provinsi garis keras dalam hal agama, misal Jawa Barat, Sumatera Barat, Aceh dan sebagainya, Sulawesi Selatan juga," kata Guru Besar Tata Negara itu.

Penggalan pernyataan Mahfud dalam wawancara itu beredar di media sosial. Reaksi pun bermunculan. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top