Sejumlah Lembaga Survei Berkumpul Menjawab Keraguan BPN

publicanews - berita politik & hukumSejumlah lembaga survei berkumpul di depan publik di Hotel Morrisey, Jakarta Pusat, Sabtu (20/4). (Foto: Publicanews/Bimo)
PUBLICANEWS, Jakarta - Sejumlah lembaga survei di bawah naungan Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) berkumpul menjawab keraguan kubu paslon 02 soal hasil hitung cepat.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi meminta lembaga-lembaga survei tersebut menjelaskan metodologi quick count sekaligus soal donatur mereka.

"Kita siap buka-bukaan mengenai penyokong dana," ujar Ketua Persepi sekaligus Direktur Center for Strategic and Stuies (CSIS) Philips J Vermonte di Hotel Morrisey, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/4).

Meski demikian, Persepi minta BPN melakukan hal serupa membuka hasil hitung cepat versi mereka.

"Tolong sampaikan, kami buka dana kalau dia juga buka dananya. Ada waktu melaporkan, kita juga ada waktu melaporkan," katanya.

Sementara Sekjen Persepi sekaligus Direktur Charta Politika Yunarto Wijaya mengaku tidak masalah jika teknis perhitungannya dibuka.

"Kami mengajak dari awal teman-teman yang meragukan metodologi kami, independensi kami, saling membuka data. Saling membuka hal-hal yang peru dibuka, termasuk soal dana," Yunarto menuturkan.

Yunarto menilai sikap BPN yang ragu terhadap quick count versi lembaga survei dan menganggap tidak valid berpotensi membangun opini di masyarakat.

‎"Ya kalau saya selama data tidak mau dibuka, kita boleh curiga jangan-jangan tidak ada datanya. Itu saja," ujarnya.

Menurut Yunarto, saling membuka metodologi baik real count maupun quick count bisa membantu masyarakat melihat mana penghitungan yang dilakukan secara ilmiah dan bisa dipertanggungjawabkan.

"Konteksnya untuk mempertanggungjawabkan secara keilmuan, bukan menunjukkan siapa yang pasti benar saat KPU merilis," Yunarto menambahkan.

Adapun lembaga survei yang bernaung dalam Persepi adalah Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Indikator, Charta Politika, Cyrus Network, Populi Center, Poltracking, Indo Barometer, CSIS. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top