Polisi Kaji Seruan 'People Power' Eggi Sujana

publicanews - berita politik & hukumEggi Sudjana saat menyampaikan orasinya di markas BPN Prabowo-Sandi, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (17/4). (Foto: kumparan)
PUBLICANEWS, Jakarta - Polri mengkaji pernyataan Eggi Sudjana soal seruan people power karena menilai ada kecurangan hasil penghitungan cepat Pilpres 2019.

"Akan kita identifikasi dulu narasi-narasi yang disampaikan, apa masuk delik melanggar hukum atau tidak," kata Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (18/4).

Bareskrim akan melakukan kajian komperhensif terhadap semua pernyataan yang dapat memancing provokasi. Upaya tersebut bagian dalam penindakan pasca pemungutan suara.

"Fokus polisi juga masih harus mengamankan berbagai agenda dan pentahapan Pemilu," Dedi menambahkan. Apabila Eggi terbukti menyerukan gerakan massa, ia menamahkan, Polri akan bertindak.

Dedi menjelaskan, penindakan ini berdasarkan instruksi Kapolri beberapa waktu lalu soal penyebaran konten provokatif dan menimbulkan kegaduhan di media sosial.

"Bisa dijerat Pasal dalam UU Nomor 1 Tahun 1946, bisa Pasal 16 atau 17. Bisa juga UU ITE Pasal 28, 45 huruf a," katanya.

Orasi di Rumah Prabowo, Eggi Sudjana Serukan People Power

Ia mengimbau masyarakat dan para tokoh tidak bereaksi berlebihan dan menunggu rekapitulasi suara resmi KPU.

Eggi menyampaikan seruan people power tersebut di markas Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (17/4) kemarin.

"Setelah jam 19.00 atau 20.00 WIB akan diumumkan apakah ada kecurangan yang serius. Maka analisis yang sudah dilakukan pemimpin kita Amien Rais, people power itu mesti dilakukan, setuju? Berani?" kata Eggi kepada pendukung paslon 02. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top