Panglima TNI dan Kapolri Siap Tindak Tegas Mobilisasi Massa

publicanews - berita politik & hukumPanglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam keterangan pers usai rapat koordinasi di Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (18/4). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan tidak akan mentolerir upaya pengerahan massa yang akan mengganggu ketertiban masyarakat.

Hadi menyampaikan hal itu usai rapat koordinasi khusus pengamanan Pemilu pasca pencoblosan bersama Menko Polhukam dan kementerian lainnya di Jakarta, Kamis (18/4).

"Kami tidak akan mentolerir dan menindak tegas semua upaya yang akan mengganggu ketertiban masyarakat, serta aksi-aksi inkonstitusional dan merusak proses demokrasi. NKRI harga mati," kata Panglima, ia kemudian mengepalkan tangan sambil meneriakkan 'NKRI harga mati'.

Hal senada disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Ia mengimbau agar tidak ada mobilisasi massa. Kepolisian akan membubarkannya.

"Baik mobilisasi merayakan kemenangan, misalnya, atau mobilisasi ketidakpuasan ini," ujarnya.

Tito mengingatkan agar masyarakat menghargai proses dan tahapan pemilu yang telah berlangsung dan tidak melakukan langkah inkonstitusional, mobilisasi.

"Apalagi yang bertujuan untuk mengganggu kestabilan kamtibmas. TNI dan Polri punya kemampuan deteksi, kita bisa mengetahui kalau ada gerakan-gerakan," katanya.

Panglima TNI dan Kapolri menekankan bahwa Pemilu 2019 melibatkan 160 juta pemilih. Siapapun yang terpilih, menurut Tito, telah memiliki kredibilitas dan legitimasi dukungan rakyat yang tinggi. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top