Polri Pertebal Penjagaan Daerah Rawan Teror

publicanews - berita politik & hukumMenko Polhukam Wiranto dam Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam rapat koordinasi pengamanan Pemilu di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (15/4). (Foto: Kemenko Polhukam)
PUBLICANEWS, Jakarta - Polri mempertebal penjagaan pada hari pemungutan suara, Rabu (17/4) nanti, di setiap TPS. Pengamanan juga dibantu jajaran TNI.

"Kita melihat ada kerawanan kumpulan-kumpulan massa yang memberi tekanan psikologi intimidasi," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam rapat koordinasi di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (15/4).

Polri akan melakukan patroli di wilayah-wilayah dengan warga minoritas atau yang berpotensi adanya tindak provokasi kawasan padat penduduk. Patroli juga berlaku di lokasi perekonomian.

Sejauh ini, Tito mengungkapkan tidak terjadi gangguan signifikan. Patroli juga dilakukan di daerah yang pernah terjadi aksi teror. Misalnya, Jawa Tengah, Yogyakarta, Sumut, dan Jawa Barat.

Polri membagi kriteria situasional di TPS ke dalam tiga tingkatan, yakni aman, rawan, dan sangat rawan. Untuk kriteria daerah aman, kata Tito, didominasi hanya pendukung salah satu paslon.

"Itu potensi konfliknya kecil, kekuatan yang dikerahkan minimal standar," ia menjelaskan.

Sementara kriteria daerah rawan apabila proporsi pendukung kedua paslon maupun caleg jumlahnya sama. Kemudian daerah sangat rawan apabila memiliki riwayat konflik.

"Bisa saja muncul isu sensitif di sana, misalnya sengketa tanah maupun SARA," ujar Tito. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top