Muhammadiyah Tolak Gerakan People Power

publicanews - berita politik & hukumPresiden Joko Widodo bersama Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nasir dalam acara Tanwir ke-51 Muhammadiyah di Bengkulu, 15 Februari 2019. (Foto: Twitter/haedarNS)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengharapkan semua pihak untuk mengedepankan sikap kenegarawanan dalam menghadapi hasil Pemilu.

Ormas Islam terbesar kedua di Tanah Air ini mengajak masyarakat lapang hati menerima kemenangan atau kekalahan.

"Dengan demikian tidak perlu melakukan delegitimasi Pemilu dengan gerakan people power," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam konferensi pers di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Senin (15/4).

"Hendaknya menghindari sejauh mungkin usaha-usaha mobilisasi massa, provokasi, dan aksi-aksi politik yang dapat menimbulkan ketegangan, konflik horizontal maupun vertikal, dan anarki yang merugikan kehidupan bersama," ia menambahkan.

Haedar mengatakan, sikap kenegarawanan diperlukan baik yang berhasil dalam Pileg ataupun Pilpres sehingga menjadikan amanah dengan rendah hati dan tidak perlu takabur.

"Bagi yang kalah belum mendapat mandat, terimalah dengan lapang hati," ujar Haedar yang pernah menjabat Pemimpin Redaksi Majalah Suara Muhammadiyah itu.

Munculnya wacana people power, kata Haedar, sebaiknya diurungkan. Penulis Muhammadiyah sebagai Gerakan Pembaharuani itu menilai bila ada kecurangan pemilu dapat ditempuh melalui jalur resmi dan elegan.

Ia percaya kredibiltas lembaga negara yang mengatasi sengketa Pemilu. "Tidak perlu ada mobilisasi massa. Semua insya Allah tahu mekanisme Pemilu yang seperti itu. Saya percaya semua akan memperoleh hasil baik, cerdas dan berjiwa kenegarawanan," ia menegaskan.

Sebelumnya, wacana people power dikemukakan Ketua Dewan Pembina PAN Amien Rais. Namun, ia mengatakan gerakan rakyat akan ditempuh andaikan terdapat kecurang pemilu yang digelar Rabu (17/4) nanti. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top