Penyerangan Novel Baswedan

Dua Tahun Gelap, Pegawai KPK Terus Desak Presiden Bentuk TGPF

publicanews - berita politik & hukumPenyidik senior KPK Novel Baswedan. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Hari ini genap dua tahun kasus penyerangan terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Namun, menurut Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Yudi Purnomo, penyelidikan Polri terhadap sang pelaku masih jauh panggang dari api.

Oleh karena itulah WP, kata Yudi, sejak awal meminta dibentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) yang independen yang langsung di bawah presiden.

"Dan terbukti sampai sekarang ketika TGPF yang independen itu tidak dibentuk, bahwa pelakunya belum tertangkap, ini yang kami sayangkan," ujar Yudi di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (11/4).

Yudi mengatakan, WP tidak akan bosan untuk menyuarakan pada Presiden Jokowi untuk segera membentuk TGPF tersebut.

"Apapun alasannya. Saya pikir tidak pelu lagi ada upaya untuk menundanya," ujar Yudi.

Tim Gabungan Kasus Novel Uji Alibi Dugaan Pelaku di Ambon

WP bersama Koalisi Masyarakat Sipil akan menggelar rangkaian acara memperingati dua tahun kasus penyerangan terhadap Novel. Acara bakal dimeriahkan dengan penampilan musik, mimbar bebas, dan orasi dari berbagai elemen masyarakat. Mereka akan menyampaikan deklarasi antiteror terhadap pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh oleh tokoh-tokoh nasional.

Menurut Yudi, pada malam hari, acara akan dilanjutkan dengan dialog budaya untuk mendorong penuntasan kasus Novel. Dialog ini akan dipimpin oleh budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) bersama Novel serta dimeriahkan musikalisasi puisi oleh Najwa Shihab.

Seperti diketahui, Novel Baswedan diserang oleh dua orang pengendara motor pada 11 April 2017 seusai ssalat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Akibat siraman air keras tersebut, mata kiri Novel mengalami kerusakan parah.

Kasus ini ditangani oleh kepolisian sebagai tindak pidana umum. Polisi saat itu telah menyebarkan sketsa wajah terduga pelaku. Pada Januari 2019 lalu, Polri bersama KPK membentuk tim gabungan. Namun, hingga saat ini hasil investigasi penyelidikan belum dapat menemukan pelaku. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top