Rekaman Detik-detik Akhir Jatuhnya Lion Air JT 160

publicanews - berita politik & hukumPetugas KNKT memeriksa puing pewawat Lion Air 160 PK-LQP yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. (Foto: Reuters)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono belum bersedia memberi komentar mengenai bocoran rekaman detik-detik terakhir pesawat Lion Air JT 160 PK-LQP jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Oktober 2018 lalu.

"Laporan investigasi baru bisa dirilis pada bulan Juli atau Agustus 2019," kata Soerjanto kepada wartawan, Kamis (21/3).

Ia enggan mengomentari isi kotak hitam atau Cockpit Voice Recorder (CVR) yang merupakan rekaman percakapan pilot dan kopilot, sebagaimana dimuat di laman Reuters, Kamis ini.

Reuters mengutip 3 sumber anonim yang menceritakan isi rekaman kotak hitam sebelum pesawat Boeing 737 Max 8 berpenumpang 189 orang itu menghujam ke laut.

Pilot berkewarganegaraan India Bhavye Suneja disebutkan terdiam sesaat sebelum pesawat menukik ke bawah. Sementara kopilot Harvino asal Indonesia berteriak 'Allahu Akbar'.

Menurut sumber tersebut, baik Suneja ataupun Harvino sangat panik menghadapi situasi trouble pesawat itu. Keduanya berusaha sekuat tenaga mencari solusi atas gangguan pesawat pada detik-detik akhir.

"Kondisinya seperti ujian, di mana ada 100 pertanyaan dan ketika waktu habis, Anda hanya bisa menjawab 75 pertanyaan. Kemudian Anda panik. Ini bagaikan kondisi time-out," kata sumber anonim ketiga Reuters.

Mereka berlomba mencari solusi dari buku panduan. Pilot meminta kopilot membaca buku panduan berisi ceklis ketika terjadi peristiwa abnormal.

Atas penuturan sumber di Reuters ini baik Lion Air ataupun produsen pesawat Boeing Air enggan berkomentar. Mereka beralasan investigasi masih berjalan.

Jatuhnya pesawat Lion Air JT 160 mirip dengan pesawat Ethiopian Airlines pada awal Maret ini. Keduanya berjenis Boeing 737 Max 8. Pemerintah Indonesia telah melarang terbang pesawat buatan Amerika Serikat ini. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top