Lacinya Diobok-obok KPK, Kepemimpinan Lukman Hakim Dinilai Sudah Cacat

publicanews - berita politik & hukumMenteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (Foto: kemenag.go.id)
PUBLICANEWS, Yogyakarta - Penemuan uang Rp 180 juta dan 30 ribu dolar AS di laci meja kerja Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membuat kepemimpinan politikus PPP di kementerian itu cacat.

Hal itu ditegaskan mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas kepada wartawan di Fakultas Hukum UII Yogyakarta, Rabu (20/3). Ketua Bidang Hukum, HAM, dan Kebijakan Publik PP Muhammadiyah itu meminta Presiden Joko Widodo memberhentikan Lukman.

"Bukan dipecat ya, diberhentikan. (Jadi) semua proses-proses ke dalam, kepemimpinan bisa lancar. Itu. Kalau sekarang kan terganggu, apalagi di ruang kerjanya ditemukan itu," katanya.

Menurut Busro, setelah ruang kerja Lukman disegel dan dilakukan penggeledahan diibaratkan kempimpinan Lukman sudah rontok.

"Wibawa Menteri (Lukman Hakim) sebagai pejabat tinggi di kementerian itu kan sudah rontok dengan ruangnya disegel itu. Sudah, itu faktor kepemimpinan cacat. Kalau cacat ya jangan dipertahankan," ia menambahkan.

Busro menyarankan setelah diberhentikan, kemudian dibentuk panitia seleksi independen. Pansel tersebut yang akan menggodok dan memilih nama-nama yang layak menggantikan Lukman.

"Nah, pansel ini kemudian hasilnya disampaikan kepada Presiden, ajukan tiga untuk dipilih satu," ujarnya.

Pansel dianggap penting untuk membenahi sistem di Kemenag. Bila Presiden sekadar memilih kembali dari parpol maka potensi korupsi akan kembali terulang. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top