Enggan Jawab Agum Gumelar, SBY: Saya Malu Bertengkar di Depan Publik

publicanews - berita politik & hukumPresiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan istrinya Kristiana Herawati atau Ani Yudhoyono di NUH Singapura. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Singapura - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan istrinya, Kristiana Herawati atau Ani Yudhoyono, tidak happy atas pernyataan anggota Wantimpres Letjen (Purn) Agum Gumelar.

"Teman-teman tahu bahwa Pak Agum, tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba menyerang dan mendiskreditkan saya soal pencapresan Pak Prabowo. Nampaknya Ibu Ani merasa tidak happy dengan kata-kata Pak Agum yang menghina saya sebagai 'tidak punya prinsip'," kata SBY dalam pernyataannya dari National University Hospital (NUH) Singapura, Jumat (15/3).

SBY menambahkan, istrinya sedih. Apalagi di tengah upaya siang dan malam untuk menjaga semangat dan kesabaran agar tetap kuat menghadapi serangan kanker darah.

"Tentu, sebagai pendamping setia Ibu Ani, saya sedih kalau ada berita yang justru mengganggu hati dan pikirannya," ujar SBY.

SBY mengatakan, selama ini hubungan dengan Agum Gumelar sangat baik. Apalagi istri Agum, Linda Amalia Sari, adalah Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di era Presiden SBY.

Menurut Ketua Umum Partai Demokrat itu, bisa saja ia menjawab dan melawan pernyataan Agum yang ia sebut sebagai 'pembunuhan karakter' tersebut.

"Tetapi tidak perlu saya lakukan, karena saya pikir tidak tepat dan tidak bijaksana. Saya malu kalau harus bertengkar di depan publik," katanya.

SBY juga menyinggung bahwa pernyataan Agum tidak terkait Presiden Joko Widodo. "Belum tentu kata-kata Pak Agum itu sepengetahuan atau apalagi atas permintaan Pak Jokowi," ia menambahkan.

Di akhir pernyataannya, SBY minta tolong agar ikut menjaga hati dan perasaan istrinya dengan cara membatasi penyampaian berita atau isu yang bisa menambah beban pikirannya.

Mantan Ibu Negara Ani Yudhoyono yang telah memasuki usia 66 tahun tengah berjuang melawan sakit kanker darah. Ia menjalani perawatan di NUH Singapura sejak awal Februari 2019 lalu.

Sebelumnya, pernyataan Agum terekam dalam sebuah video yang telah beredar luas. Mantan Menko Bidang Politik, Sosial, dan Keamanan di era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu menyindir SBY yang ikut menjadi anggota Dewan Kehormatan Perwira (DKP) dan meneken surat pemberhentian terhadap Prabowo.

"Walaupun sekarang ini saya jadi heran, ini yang nanda tangan rekomendasi kok malah mendukung, ah itu... Nggak punya prinsip itu orang. Itu fakta yang tidak bisa dihapus," kata Agum Gumelar meski tanpa menyebut nama pendukung Prabowo itu. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top