Siti Asiyah Bebas

Mahathir Bantah Ada Tekanan Jakarta, Fahri: Maafkan Kami

publicanews - berita politik & hukumSiti Aisyah mencium tangan Presiden Jokowi saat diterima di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/3) siang. (Foto: Setneg.go.id)
PUBLICANEWS, Jakarta - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad angkat bicara soal 'kisah sukses diplomasi' Pemerintah Indonesia dalam pembebasan Siti Aisyah. Orang nomor satu Malaysia itu menepis pernyataan bahwa pembebasan terdakwa kasus dugaan pembunuhan Kim Jong-nam itu bukan karena tekanan politik Jakarta.

"Ini adalah keputusan yang dibuat oleh pengadilan. Dia diadili dan diberhentikan. Jadi ini adalah proses hukum. Saya tidak tahu detailnya. Tetapi, penuntut dapat memberikan pembebasan bersyarat," kata PM berusia 93 tahun itu, seperti dikutip Straits Times, Rabu (13/3).

Pagi tadi, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyindir pemerintah soal bebasnya wanita asal Serang, Banten, tersebut. Ia mendesak Kementerian Luar Negeri memberi respon atas pernyataan Mahathir.

"Selamat pagi Malaysia.. Assalamualaikum Tun dan Datuk... Tuan2 dan Puan2 maafkan kami," politisi asal Bima, Nusa Tenggara Barat, itu mencuit lewat akun @Fahrihamzah.

Menurutnya, pernyataan Mahathir dan pemerintah Indonesia yang berbeda dalam kasus Siti ini dikhawatirkan bisa merusak hubungan diplomatik.

"KEMENLU harus minta maaf... ini bisa merusak hubungan diplomatik," Fahri menambahkan.

Kembali ke Tanah Air, Siti Aisyah: Terimakasih Pak Jokowi

Siti sudah kembali ke Indosia sesaat setelah Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur membebaskannya dari dakwaan membunuh kakak tiri pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un.

Kemarin, Presiden Joko Widodo menyambut Siti dan keluarganya di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Jokowi menjelaskan, bebasnya Siti merupakan hasil dari proses pendampingan hukum pemerintah yang sangat panjang, lama, dan terus-menerus.

Jokowi menyebut langkah pemerintah, antara lain, menyewa pengacara sejak Siti ditangkap pada Februari 2017 lalu.

“Ini adalah wujud kepedulian pemerintah terhadap warganya,” ujar Jokowi. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top