TKN Desak Tengku Zulkarnaen Minta Maaf Soal UU PKS

publicanews - berita politik & hukumWasekjen MUI Tengku Zulkarnain. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily, mendesak Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebelumnya melalui akun Twitter-nya, Ace memberi pernyataan yang salah soal Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU-PKS).

"Ustad @ustadtengkuzul sy secara pribadi memaafkan. Tapi akibat pernyataan Ustadz, banyak orang yang percaya atas pernyataan itu sehingga mrk memfitnah Pak @jokowi dgn isu2 yg tidak benar. Bukan hanya melalui twitter tp ceramah juga di masjid2 itu! Minta maaf ke Pak Jokowi!"
cuit Ace Hasan, Selasa (12/3).

Menurut cerita Ace, telah terjadi penyebaran hoaks soal Jokowi yang akan melegalkan perzinaan, LGBT dan nikah sejenis. Padahal, kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR itu, tidak ada hal-hal itu dalam RUU PKS. RUU juga bukan berasal dari Pemerintah tapi inisiatif DPR.

"Isu-isu seperti ini sangat mudah menyebar di masyarakat," kata Ace dalam keterangan tertulisnya, hari ini.

Ia mencontohkan ustad di Banyuwangi yang menyuarakan Jokowi seolah bakal melegalkan perzinaan. Termasuk Tengku Zulkarnaen yang mengatakan pemerintah akan menyediakan alat kontrasepsi bagi remaja dan pelajar.

Menurut politikus Partai Golkar ini, Panja RUU PKS di Komisi VIII baru pada tahap menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan para ahli, akademisi, dan masyarakat.

Sebelumnya Tengku meminta maaf telah mendapat masukan yang salah soal RUU PKS. Salah satunya soal akan adanya pasal yang mengatur penyediaan alat kontrasepsi oleh pemerintah bagi remaja dan pemuda yang ingin melakukan hubungan seks.

“Dengan ini saya mencabut isi ceramah saya tentang hal tersebut. Dan meminta maaf krn mendapat masukan yg salah,”
tulis Tengku melalui akun Twitternya, @ustadtengkuzul. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top