Agum Gumelar Diimbau Lapor ke Kajagung Soal Prabowo Terlibat Penculikan

publicanews - berita politik & hukumMantan Menhamkam Pangab Jenderal Wiranto dan mantan Pangkostrad Letjen Prabowo. (Foto: ©wordpress.com)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengimbau anggota Dewan Pertimbangan Presiden Agum Gumelar melapor ke Kejaksaan Agung mengenai dugaan keterlibatan Prabowo Subianto dalam kasus penculikan aktivis 1998.

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara kepada wartawan, Selasa (12/3), mengatakan daripada menjadi konsumsi lima tahunan, yang kemudian tidak ada kelanjutannya, Agum disarankan membuat laporan resmi.

"Ketimbang ramai di media lebih baik datangi saja ke Kejaksaan Agung," ujar Beka.

Menurutnya, kesaksian Agum akan menambah kualitas hasil penyelidikan Komnas HAM bila ia bersedia melapor ke Kejagung.

Agum dalam suatu diskusi yang rekamannya diunggah Ulin Ni'am Yusron mengklaim mengetahui kasus penculikan aktivis '98 yang diduga menyeret mantan Danjen Kopassus Prabowo Subianto.

Anggota Dewan Kehormatan Perwira (DKP), tim yang dibentuk untuk mengusut kasus penculikan aktivis 98 itu, mengatakan penculikan dilakukan oleh Tim Mawar Kopassus.

Agum menambahkan, pelaku penculikan merupakan bekas anggotanya saat ia menjabat Danjen Kopassus. "Ketika dari hati ke hati dan mereka, di sinilah saya tahu bagaimana matinya orang-orang itu, di mana dibuangnya. Saya tahu," ujarnya.

Agum menegaskan bahwa hasil penyelidikan DKP dalam kasus penculikan membuktikan ada kesalahan yang dilakukan oleh mantan Pangkostrad itu.

Salah satu butktinya adalah rekomendasi pemberhentian Prabowo dari dinas militer yang diteken semua anggota DKP.

Mengenai penuturan Agum ini, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzhar Simanjuntak membantah.

Dahnil menegaskan tidak adaa satu pun bukti keterkaitan capres Prabowo dengan kasus HAM masa lalu. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top