Video Hashim Cerita Peran Prabowo Jadikan Jokowi Gubernur DKI

publicanews - berita politik & hukumHashim Djojohadikusumo didampingi Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dalam suatu acara. (Foto: screenshot/Reactips Indonesia)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pengusaha Hashim Djojohadikusumo mengungkit peran kakaknya Prabowo Subianto menjadikan Joko Widodo (Jokowi) sebagai Gubernur DKI Jakarta, tujuh tahun silam.

Video rekaman Hashim itu tayang di kanal Youtube Reactips Indonesia. Belum diketahui kapan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu bicara dalam video yang diunggah sejak Minggu (10/3) itu.

Seperti terlihat pada Selasa (11/3), rekaman berdurasi 10 menit itu menyibak proses pencalonan Jokowi yang saat itu masih menjabat Walikota Solo. Bos Arsari Group itu mengisahkan awalnya Prabowo lupa nama Jokowi.

"Ini kenyataan loh, Pak Prabowo lupa nama Walikota Solo. Temenmu itu Shim, siapa namanya Walikota Solo? Oh temen saya Jokowi, Joko Widodo. Ya iya, iya itu dia, dia. Pak Prabowo bilang saya denger dia berminat mau jadi calon Gubernur DKI. Saya bilang setahu saya dia mau jadi calon gubernur Jawa Tengah, saya jawab," ujar Hashim dalam video itu.

Hashim kemudian menuturkan seketika itu juga ia menghubungi Jokowi. Mereka bersepakat untuk bertemu bertiga.

"Minggu berikutnya kami bertiga Pak Jokowi, saya, sama Pak Prabowo bicara, ketemu. Terus Pak Prabowo tawarkan ke Pak Jokowi, Pak Hashim yang rekomendasikan Bapak," Hashim menambahkan.

Menjelang Pilkada DKI Jakarta 2012 itu, kata Hashim mengutip Jokowi, PDIP masih mendukung petahana Fauzi Bowo. Menurut Hashim, Prabowo kemudian menemui Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Setelah itu Pak Prabowo mendesak Ibu Mega untuk menunjuk, mengusung Pak Jokowi. Itu Pak Prabowo yang mendesak dan akhirnya meyakinkan Ibu Mega untuk dukung," Hashim menjelaskan.

Menurut Hashim, ia yang menjadi pemodal Jokowi yang berpasangan dengan Ahok dalam pilgub tersebut.

"Setoran beliau saya yang bikin, saya yang bikin rekening gabungan Jokowi-Ahok itu saya yang bikin di cabang Mandiri di Mid Plaza. Kalau mau lihat ada, saya yang bikin dan setoran pertama Rp 1 miliar itu dari saya karena beliau bilang beliau tidak ada uang," Hashim menambahkan.

Bahkan dalam perjalanan kampanye, Jokowi berulang menemuinya untuk meminta dukungan dana. "Sering datang ke kantor saya, iya minta dukungan, Rp 1 miliar, Rp 6 miliar, Rp 19 miliar," kata Hashim yang berbicara didampingi putrinya Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.

Menurutnya, setelah menang menjadi Gubernur DKI Jakarta, ia mendapat janji dari Jokowi bahwa tidak akan mencalonkan diri sebagai Presiden. Hashim mengatakan menjadi orang terakhir di Partai Gerindra yang percaya Jokowi bakal nyapres.

"Karena setiap ketemu saya, beliau selalu bilang tidak akan melupakan jasa-jasa Pak Prabowo dan Pak Hashim. Dia (Jokowi) selalu bilang begitu," ujarnya.

Menjawab pertanyaan apakah Hashim sakit hati dengan Jokowi, Hashim menceritakan pertemuan terakhir ketika ia diundang ke Balaikota pada April 2014.

Saat itu, kata Hashim, Jokowi memastikan tidak akan maju. Ia menambahkan Jokowi bergurau sebagai presiden taxi atau presiden wacana. "Tapi dua minggu kemudian deklarasi melawan Pak Prabowo. Nah, bagaimana?" katanya.

Hashim juga menyinggung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang mengundurkan diri dari Partai Gerindra pada Oktober 2014. Pengiriman surat pengunduran diri, kata Hashim, dilakukan oleh sopir Ahok.

"Sebagai orang Jawa, percaya kualat ya. Pasti kualat ya," kata Hashim yang berdarah Jawa-Manado itu.

Sara kemudian menimpali bahwa keluarganya tetap mendoakan yang terbaik. "Tetap doakan yang terbaik, biasa sebagai jubir selalu jadi pemadam kebakaran," ujar Sara dalam acara itu. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top