Polri Buru Akun @opposite6890 yang Menyebut Punya 100 Buzzer Tiap Polres

publicanews - berita politik & hukumTangkapan layar akun Twitter @opposite6890 pada Senin (11/3) sore. (Foto: Screenshot)
PUBLICANEWS, Jakarta - Markas Besar Polri tengah memburu pemilik akun media sosial @opposite6890 karena menuding Polri menjadi buzzer untuk pasangan calon nomor urut 01.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, tim Siber Polri telah mengantongi identitas pemilik akun Twitter dan Instagram tersebut.

"Tim dari Direktorat Siber Bareskrim sudah mengindentifikasi pemilik akun @opposite6890. Penyelidikan akan mengarah ke proses hukum karena telah menyebarkan propaganda yang negatif," ujar Dedi di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (11/3).

Menurut Dedi, seluruh unggahan akun tersebut di media sosial bisa menjadi alat bukti. Namun, ia menambahkan, Polri juga membutuhkan satu alat bukti lainnya yang bisa memperkuat proses hukum terhadap pemilik akun @opposite6890. "Harus dilengkapi dengan alat bukti yang lain," katanya.

Akun tersebut menayangkan video keterlibatan Polri dalam memenangkan paslon Jokowi-Ma'ruf Amin. Mereka menyebut Polri telah membentuk tim pendengung atau buzzer beranggotakan 100 orang pada setiap polres di seluruh Indonesia.

Tim pendengung tersebut terorganisir di tingkat polres hingga Mabes Polri untuk memenangkan Jokowi.

Ketika Publicanews melongok akun Twitter tersebut, Senin (11/3) sore, tercatat ada ada 51 ribu lebih pengikut. Mereka saling menyahut postingan pada 7 Maret 2019 soal infografis akun @alumnisambhar, yang mereka tuding sebagai buzzer Polri.

Andi Arief Tuntut Karni Ilyas Minta Maaf

Menurut admin @opposite6890, akun @alumnisambhar menggunakan IP Address yang diketahui milik Mabes Polri yang dikelola ole Divisi Teknologi Informasi. Akun Isntagram @alumnisambhar hanya mengikuti satu akun, yakni Twitter Presiden Joko Widodo. Benarkah?

Dedi menegaskan bahwa akun @oppsite6890 tak bisa menjadi acuan kebenaran. Pengelolanya anonim. "Artinya, apa yang disampaikan melalui akun tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan dan tidak bisa diklarifikasi kebenarannya,” katanya.

Sejak isu ini menjadi trending topic di jagat maya, akun @alumsambhar mendadak hilang. Lalu muncul lagi dengan sedikit follower dan tak lagi mengikuti akun Jokowi.

Sambhar, kabarnya, kependekan dari Samapta Bhayangkara. Andi Arief ketika memprotes penayangan Indonesia Lawyer Club (ILC) meminta Karni Ilyas jangan asal menghabisinya.

"Ketimbang bang @karniilyas menghabisi saya secara kejam melalui foto2 yg saya tidak bisa klarifikasi, lebih baik angkat isu Sambhar," Andi mencuit. (oca)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top