Andi Arief Tuntut Karni Ilyas Minta Maaf

publicanews - berita politik & hukumAndi Arief saat menjalani pemeriksaan di Badan Narkotika Nasional (BNN), Jakarta Timur. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Program Indonesia Lawyers Club (ILC) di tvOne mengundang protes politikus Partai Demokrat Andi Arief. Ia keberatan atas episode 'Andi Arief Terjerat Narkoba: Pukulan Bagi Kubu 02?'

Melalui akun Twitter-nya, @AndiArief__, mantan Wasekjen Partai Demokrat itu merasa dihabisi dalam episode tersebut.

"Ketimbang bang @karniilyas menghabisi saya secara kejam melalui foto2 yg saya tidak bisa klarifikasi, lebih baik angkat isu Sambhar. Persoalan bang Karni menghabisi saya lewat tayangan foto, pada waktunya saya akan melakukan perhitungan,"
katanya.

Andi menegaskan ia tidak menjadi tersangka dalam kasus penggerebekan di Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (3/3) lalu itu.

Ia menuding Karni Ilyas mengirim reporter ke Bareskrim Polri, kemudian beredar foto-foto yang merugikannya.

"Saya tahu bang @karniilyas salah satu yang terlibat menghabisi saya dengan mengutus reporter TV One ke bareskrim dir 4 senin pk10.00 WiB untuk kemudian menyebarkan sesuka hati foto-foto yang benar2 menyudutkan saya. Saya bukan tersangka bang Karni. Abang wartawan senior tapi abai,"
cuitnya.

Andi mengatakan ia hanya tamu di hotel itu. Saat itu ia mengaku polisi hanya menyita uang Rp 20 ribu di dompetnya. Dengan memuji kinerja kepolisian, Andi menyebut mengalami kerugian dengan beredarnya foto-foto.

Sekali lagi bagaimana mungkin bang @karniilyas sembrono dan menyebar foto yang sudah merugikan saya. Saya tamu di kamar itu,"
tulis Andi kembali.

Andi menuntut Karni Ilyas meminta maaf karena dianggapnya seperti algojo yang menghabisinya.

"Saya berharap bang @karniilyas dan TV One yang sudah menjadi algojo dalam menghabisi saya meminta maaf, sekali lagi saya hanya terperiksa seperti yang dikemukakan ka bareskrim,"
mantan aktivis 98 itu menegaskan.

Di akhir kulwitnya itu, Andi menuding telah terjadi skandal pers terkait kasusnya yang diangkat di ILC, acara diskusi yang dipandu manta wartawan senior Karni Ilyas.

"UU ITE bahkan menyebut siapapun bisa dipidana jika menyebarkan material yang bukan haknya dari ofline ke online yang bisa mencemarkan atau merugikan orang. Bang Karni tahu kerugian immaterial saya dan keluarga?" Andi menandaskan. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top