Rocky Gerung Jawab Hasto, Kenapa Masih Dungu

publicanews - berita politik & hukumSekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pengamat politik Rocky Gerung membantah telah menghina Pahlawan Nasional H Agus Salim. Ia mengatakan justru memuji Menteri Luar Negeri pertama RI itu.

Bantahan ahli filsafat ini menyusul pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang meminta Rocky hengkang sebagai WNI.

Sebaliknya, Rocky menilai Hasto tidak paham sejarah. Ia pun mengungkit pernah menjadi pengajar di Megawati Institute.

"Astaga! Ini partai marah-marah karena tak paham sejarah. Saya pernah jadi pengajar di Megawati Institute dan mengajarkan satire. Itu, tuan Hasto! Mengapa masih dungu?" cuit Rocky di akun Twitter @rockygerung, Jumat (8/3). Rocky dikenal gemar menggunakan kata 'dungu'.

Ia pun menjelaskan video yang beredar di media sosial tentang Agus Salim sudah tidak utuh karena telah mengalami editan. Ia meminta Hasto menyaksikan pernyataannya secara utuh.

Sebelumnya, Hasto menegaskan Rocky tidak memahami persoalan sejarah bangsa. "Mereka yang menghina pahlawan nasional bangsanya sama saja tidak punya patriotisme dan hanya menjadi benalu pemecah belah bangsa," kata Hasto dalam keterangan tertulis, hari ini.

Atas penghinaan kepada tokoh Agus Salim, katanya, Rocky sebaiknya menanggalkan status sebagai warga negara Indonesia (WNI). "Kami meminta yang bersangkutan meninggalkan kewarganegaraan Indonesia kalau tak bisa hormati pahlawan. Itu sikap PDIP," ujar Hasto.

Hasto menegaskan, partainya tidak terima sosok Agus Salim yang sangat sederhana disebut sebagai kambing. Sekretaris Tim Kemenangan Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin itu menyebut Rocky mengalami salah mental.

Kasus pernyataan Rocky soal Agus Salim telah dilaporkan Forum Anak Nagari (FAN) Kabupaten Agam, Sumatera Barat. FAN menilai pengkritik Presiden Joko Widodo itu telah menghina tokoh yang berasal dari Kabupaten Agum, Haji Agus Salim. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top