Soeharto, SBY, Jokowi dalam Penilaian Jusuf Kalla

publicanews - berita politik & hukumWakil Presiden Jusuf Kalla. (Foto: wapresri.go.id)
PUBLICANEWS, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan penilaian kepemimpinan tiga presiden terdahulu, yakni Soeharto, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Joko Widodo (Jokowi).

Penilaian itu menjawab pertanyaan peserta acara Ikatan Alumni Pelatihan Kepemimpinan Nasional di Kantor Lembaga Administrasi Negara, Jakarta, Selasa (5/3).

"Menurut Bapak dengan kondisi kebangsaan yang ada sekarang dan kondisi global yang ada sekarang, kepemimpinan model siapa di antara tiga presisden kita yang terbaik memimpin negeri ini lima tahun ke depan?" tanya seorang aparatus sipil negara (ASN) kepada JK.

Sambil berseloroh, JK mengatakan sulit menjawab pertanyaan itu. "Rupanya tidak ingin membicarakan Gus Dur dan Ibu Megawati ini," ujar Kalla mengawali jawaban, yang disambut tawa para ASN dan pejabat yang hadir.

Pria kelahiran Watampone, Sulsel, yang pernah mendampingi dua presiden itu, kemudian menuturkan kondisi ketiga presiden terdahulu. Di awal pemerintahan Soeharto, katanya, suasana cukup demokratis dengan kebebasan berpendapat. Kondisi berubah ketika pengelolaan negara yang monopolistik oleh pemerintah.

"Banyak terjadi nepotisme. Ada arena proyek-proyek, maka terjadi krisis. Dalam kondisi seperti itu, Pak Harto lebih otoriter," ujarnya.

Sedangkan SBY, merupakan sosok demokratis meskipun ia berlatar belakang TNI. "Dwifungsi (TNI) dihilangkan. Jadi segala proses transisional, demokrasi yang sangat terbuka," JK, yang pernah menjabat wakil presiden di era SBY, menjelaskan.

Sedangkan sosok Jokowi tidak menunjukkan sikap otoriter. JK mencontohkan Jokowi selalu menggelar rapat sebelum memutuskan suatu kebijakan untuk meminta pandangan dari kementerian.

"Pak Jokowi ini pas karena dia apa saja masalah di kabinet kami rapatkan. Sehingga setahun, rapat lebih dari 200 kali," JK menambahkan.

Menurutnya, Jokowi tidak melakukan nepotisme. Hal itu terbukti dengan bisnis yang dijalankan anak-anak Jokowi.

"Anak beliau yang paling tua bisnisnya catering dan juga yang kedua jual pisang goreng. Jadi enggak ada hubungannya dengan pemerintah," JK memberi alasan.

Berdasar uraian itu, kata JK, setiap presiden memiliki kekuatan dan kelemahan. "Kalau Anda bandingkan, saya ini punya tiga bos Presiden, Megawati Soekarnoputri, SBY, dan Jokowi. Kalau Bu Mega itu sangat kuat menjaga stabilitas. Kalau ada masalah di demo, demo saja silakan," ujarnya. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top