Mafia Sepakbola

Anggota Exco Hidayat Kerap Ancam Manajer Madura FC

publicanews - berita politik & hukumLaga PSS Sleman kontra Madura FC pada pertandingan Liga 2. (Foto: indosport)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tersangka suap mafia sepakbola Hidayat diduga berperan penuh mengatur pertandingan Liga 2 antara PSS Sleman kontra Madura FC 2018.

Berdasarkan gelar perkara Satgas Antimafia Bola, Hidayat meminta PSS Sleman selalu menang baik pada pertandingan kandang maupun tandang.

"Saudara H ini menawarkan uang ke Januar (manajer Madura FC) mulai dari Rp 100 juta," kata Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di kantornya, Senin (25/2).

Apabila Januar tidak menuruti dan menolak tawaran itu, Hidayat tak segan akan menaikan tawaran harga bernada ancaman.

"Kalau enggak nurut, bahkan dia (Hidayat) akan membeli pemain bola agar PSS Sleman menang melawan Madura FC," ujarnya.

Pasca penetapan tersangka, penyidik terus mendalami fakta-fakta dari sejumlah barang bukti yang ditemukan dalam penggeledahan di rumah Hidayat, mulai transaksi keuangan, laptop, hingga dokumen.

Satgas Antimafia Bola akan menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk melacak aliran dana, sumber dana, dan pihak-pihak yang menerima suap tersebut.

"Ini jadi fokus juga, termasuk masalah hasil akhir di Liga 2 itu," Dedi menjelaskan.

Dedi memastikan, penyidik tidak akan menyelidiki hanya pada satu pertandingan tersebut, melainkan semua pertandingan di Liga 2 yang berpotensi ada dugaan pengaturan skor.

Tak menutup kemungkinan masih ada tersangka lain. Penyidik, Dedi menambahkan, juga akan memeriksa para petinggi PSSI soal jadwal pertandingan sampai penunjukkan perangkat pertandingan.

"Satgas akan berkoordinasi dengan Jampidsus (Jaksa Muda Tindak Pidana Khusus) terkait pemberkasan," katanya. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top