Mafia Sepakbola

Diperiksa 22 Jam, Plt Ketum PSSI Terlihat Lelah

publicanews - berita politik & hukumPlt Ketua Umum PSSI Joko Driyono keluar dari ruang penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jumat (22/2) pagi. (Foto: FWP)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Joko Driyono merasa lelah setelah menjalani pemeriksaan keduanya selama 22 jam sejak kemarin. Pemeriksaan ini dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus dugaan perusakan barang bukti pengaturan skor sepak bola.

"Alhamdulillah pemeriksaan kedua yang saya lalui cukup melelahkan dan panjang, tapi saya merasa nyaman menjalani proses ini," kata Joko sekeluar ruang penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jumat (22/2) pagi.

Ia berharap semua keterangannya dapat memperjelas proses penyidikan dalam membongkar mafia sepakbola Tanah Air. Menurutnya, materi pemeriksaan masih seputar penggeledahan di apartemennya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Kamis (14/2) pekan lalu.

"Ini tentu ada hubungan dengan peristiwa (penggeledahan) di Rasuna Office Park di Jakarta saat saya berada di Abu Dhabi. Tapi subtansinya karena sudah masuk proses hukum," ia menjelaskan.

Jokdri, sapaan akrabnya, menambahkan, penyidik dari Tim Satgas Antimafia Sepoakbola bekerja profesional. Ia merasa tidak di bawah tekanan.

Pria yang sudah menjadi pengurus PSSI sejak 2013 itu menjalani pemeriksaan sejak Kamis (22/2) pukul 09.45 WIB hingga Jumat (22/2) pukul 08.05 WIB. Pemeriksaan pertamanya sebagai tersangka berlangsung pada Senin (18/2) lalu. Total ada 32 pertanyaan penyidik disodorkan padanya. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top