Hendak ke Suriah, eks Napi Teroris Harry Kuncoro Tertangkap Lagi

publicanews - berita politik & hukumHarry Kuncoro (kanan) saat menjalani masa tahanan di LP Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: abc.net)
PUBLICANEWS, Jakarta - Polri menangkap mantan napi teroris Harry Kuncoro (HK) pada Kamis (3/1) lalu di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Pria yang disebut-sebut salah satu aktor penting jaringan teroris Indonesia itu hendak terbang ke Suriah bergabung dengan ISIS.

"HK alias Wahyu Nugroho alias Uceng," kata Karopenmas Duvhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Senin (11/2).

Dedi menjelaskan, petugas bandara mencurigai gerak-gerik dan identitas yang digunakan Harry untuk pergi ke Suriah. Ternyata anggota kelompok Jamaah Islamiyah itu menggunakan identitas palsu agar lolos.

"Tersangka ini memiliki nama lebih dari satu untuk membuat paspor," ujar Dedi.

Penangkapan memang sudah sebulan lalu, polisi baru bisa mengungkap ke publik sekarang lantaran tidak ingin proses penyelidikannya terganggu sebelum ditemukan cukup bukti.

"Karena memang proses investigasi, butuh penguatan alat bukti, dan lainnya untuk menersangkakan HK," Dedy menambahkan.

Harry divonis penjara 6 tahun oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada 15 Maret 2012. Ia kemudian dijebloskan ke LP Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Hakim menyatakan Harry terbukti menyembunyikan terpidana terorisme Dulmatin serta terlibat dalam distribusi senjata dan amunisi untuk kelompok Dulmatin di wilayah Jawa Tengah.

Selain itu, ia memiliki rekam jejak panjang melakukan aksi teror di Indonesia. "Antara lain di Bali, NTB, dan serangan pada Juli 2018. Di Jogja juga ikut aktif," kata Dedi.

Ia juga disebut-sebut memiliki komunikasi cukup intens dengan ISIS. Ia bahkan pernah bergabung dengan kelompok Taliban.

"Contact person handphonenya ada atas nama Abu Wahid yang perannya sebagai algojo di organisasi ISIS," Dedi menjelaskan.

Saat ini, Densus 88 antiteror masih melakukan pendalaman untuk mengungkap jaringan teroris di Indonesia dan luar negeri khususnya di Suriah. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top