Jokowi Cabut Remisi Pembunuh Wartawan Prabangsa

publicanews - berita politik & hukumPresiden Jokowi menerima penghargaan Kemerdekaan Pers dari Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo, pada puncak peringatan Hari Pers Nasional 2019, di Grand City, Surabaya, Sabtu (9/2). (Foto: Setkab.go.id)
PUBLICANEWS, Surabaya - Presiden Joko Widodo telah menandatangani pencabutan remisi terhadap terpidana seumur hidup I Nyoman Susrama.

"Sudah, sudah saya tandatangani," kata Jokowi di sela-sela menghadiri puncak peringatan Hari Pers Nasional 2019 di Grand City Convention Center, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (9/2) pagi.

Jokowi kembali mengulang pernyataan pembatalan remisi bagi narapidana kasus pembunuhan wartawan Radar Bali Anak Agung Gde Bagus Narendra Prabangsa itu saat hadir di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu (9/2).

"Pembatalan ini setelah mendapatkan masukan-masukan dari masyarakat, termasuk dari rekan-rekan jurnalis," Jokowi menjelaskan.

Presiden mengatakan, ia telah memerintahkan Dirjen Lapas Kemenkumham menelaah dan mengkaji pemberian remisi itu.

"Jumat kemarin telah kembali di meja saya. Sudah sangat jelas sekali sehingga sudah diputuskan sudah saya tanda tangani untuk dibatalkan," ujarnya.

Sementara itu, sepanjang siang tadi, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) se-Jawa Timur menggelar aksi menuntut pencabutan remisi Susrama, di Surabaya.

Ketua AJI Surabaya Miftah Faridl mengatakan, remisi hukuman seumur hidup Susrama menjadi 20 tahun telah mencederai rasa keadilan masyarakat.

Sebelumnya marak desakan publik lewat aksi turun ke jalan hingga melalui tanda tangan dalam petisi online di change.org yang hingga Jumat kemarin telah diteken 48 Ribu dukungan.

Kasus pembunuhan Prabangsa terjadi 10 tahun lalu, tepatnya pada 11 Februari 2009. Ia dibunuh oleh sembilan orang secara keji dibawah perintah Susrama. Tangan Prabangsa dalam keadaan terikat kemudian kepala Prabangsa dihajar dengan balok hingga merenggut nyawanya.

Jasad Prabangsa kemudian dibuang ke laut. Ia baru ditemukan enam hari kemudian. Kasusnya baru terbongkar beberapa bulan setelah desakan tiada henti dari insan pers.

Prabangsa meninggal karena pemberitaan yang gigih tentang penyimpangan anggaran proyek pendidikan di Bali. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Iis_osya @iis_osya10 Februari 2019 | 10:59:05

    Pak jokowi memang cukup bijak dlm memahami persoalan ini.


    Salut buat pak prisiden kami.

Back to Top