Golkar Dorong Kadernya Buka Data Diri

publicanews - berita politik & hukumMuhammad Zainul Majdi yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) saat menghadiri Deklarasi Dukungan Jokowi-Ma'ruf di Hotel Aryaduta, Jakarta, Sabtu (9/2). (Foto: Publicanews/bimo)
PUBLICANEWS, Jakarta - Usulan Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar partai politik mendorong calon anggota legislatif (caleg) mereka membuka data pribadi ke publik ditanggapi positif oleh Partai Golkar.

Koordinator Bidang Keumatan Golkar Muhammad Zainul Majdi mengatakan, Golkar membuat website untuk kader mengirimkan datanya. Para kader nantinya bisa mengakuisisi data-data pribadinya sebagai rekomendasi bagi publik.

Politisi yang berjuluk Tuan Guru Bajang (TGB) itu menjelaskan mekanisme website tersebut dapat diakses kader Golkar yang mencalonkan di pemilihan legislatif. Para kader nantinya bisa mengakuisisi data-data pribadinya sebagai rekomendasi bagi publik.

"Tujuannya positif, para kader ini bisa mengekpose terkait visi misi ketika mereka maju dalam pencalegan," ujar pria bergelar Tuan Guru Bajang (TGB) itu dalam acara Deklarasi Dukungan Jokowi Ma'ruf di Hotel Aryaduta, Jakarta, Sabtu (9/2).

Zainul tidak bisa memastikan jumlah kader Golkar yang sudah bersedia menuangkan data diri ke dalam website resmi. Menurutnya, sejauh ini para caleg tidak merasa keberatan dengan usulan KPU tersebut.

"Saya tidak langsung berhubungan dengan pendataan, jadi saya riset dulu," politisi yang melompat dari Partai Demokrat itu menjelaskan.

Sebelumnya, Komisioner KPU Ilham Saputra menjelaskan tujuan para caleg membuka data pribadi ke publik agar pemilih mengetahui rekam jejak dan riwayat hidup calon wakil rakyatnya.

"Ada parpol yang 90 koma sekian persen, semua seragam tidak mau dibuka data pribadinya. Apakah itu kemudian keinginan parpol atau dibebaskan?" ujar Ilham di Jakarta, Jumat (8/2) kemarin.

Tak menutup kemungkinan KPU mengumumkan daftar caleg yang memilih tak membuka profil dirinya ke publik..Menurut Ilham, caleg memiliki hak untuk merahasiakan maupun membuka data pribadinya ke publik.

Dalam formulir BB2 (formulir bakal calon) yang diserahkan saat pendaftaran, caleg diberi pilihan untuk mempublikasikan atau tidak," katanya. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top