Non Jabatan Ahok Berlabuh di PDIP

publicanews - berita politik & hukumBasuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengunjungi kantor DPD PDIP Bali di Denpasar, Bali, Jumat (8/2). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akhirnya berlabuh di PDIP. Bergabungnya Ahok secara simbolis ditandai dengan diterimanya kartu tanda anggota (KTA) partai berlogo banteng moncong putih itu di Sekretariat DPD PDIP Provinsi Bali, Jalan Banteng Baru, Denpasar, Jumat (8/2).

Keanggotaan resmi Ahok sebenarnya sudah efektif sejak 26 Januari lalu. Ahok pun sudah bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Sudah berkomunikasi dengan Ibu Mega," kata Ahok di Denpasar, Bali, Jumat kemarin.

Lalu apa jabatan Ahok? "Saya hanya sebagai anggota. Saya cuma punya KTA saja," mantan suami Veronica Tan ini menerangkan.

Pria yang dikabarkan segera melepas masa duda dengan menikahi Puput Nastiti Devi ini mengaku memiliki acara yang begitu padat. "Saya tidak mengambil jabatan di partai karena saya cukup sibuk," ujar Ahok memberi alasan.

Ia tidak menjelaskan kesibukan yang dimaksud. Namun, ia mengatakan akan menyebarkan ilmu yang dimilikinya supaya bisa bermanfaat bagi orang banyak, termasuk pengalaman berpolitik.

Tentang pilihannya kepada PDIP, Ahok mengaku partai besutan Megawati itu sesuai dengan garis ideologi yang ia perjuangkan selama ini.

Menurut Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat niat Ahok bergabung sudah cukup lama. "Ya saya bilang boleh. PDIP kan partai terbuka, jadi siapapun boleh masuk asalkan tetap setia ke Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, dan konstitusi," ujar Djarot, Januari lalu.

Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno menyambut baik bergabungnya Ahok karena dianggap akan menguatkan partai. "Ahok punya basis massa banyak, yakni Ahokers," ujarnya.

Sementara lawan politiknya, seperti PA 212, menilai Ahok cocok bergabung dengan PDIP. Juru bicara PA 212 Novel Bamukmin mengatakan kecocokan itu lantaran PDIP tidak pro dengan aspirasi ulama dan umat Islam.

Sebelum bergabung dengan PDIP, Ahok pernah menjadi anggota Partai Gerindra ketika mencalonkan diri sebagai calon wakil gubernur berpasangan dengan Jokowi dalam Pilkada DKI 2012.

Ahok juga pernah menjadi anggota Partai Golkar dan mengantarkannya duduk di kursi parlemen di Senayan, Jakarta. Kiprah Ahok dimulai dari Partai Perhimpunan Indonesia Baru di kampung halamannya Belitung Timur yang mengantarkanya menjadi Bupati Belitung Timur periode 2005-2010. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top