Akui Ada Kebocoran, JK Sebut Korupsi Paling Nakal 15 Persen

publicanews - berita politik & hukumWakil Presiden Jusuf Kalla. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengakui ada kebocoran anggaran negara. Namun, JK tak sependapat bila angka kebocoran mencapai 25 persen.

Bocornya angggaran pembangunan 25 persen itu disampaikan capres Prabowo Subianto. Presiden Joko Widodo bahkan sempat bereaksi dengan meminta rivalnya itu melapor ke KPK sambil membawa data dan fakta.

Menurut JK, kebocoran terjadi karena ada pejabat hingga kepala daerah yang melakukan korupsi. "Iya tentu, kalau tidak bocor berapa banyak aparat pemerintah yang tertangkap? Pasti (ada kebocoran)," ujar JK di kantor pusat PMI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (8/2).

Namun, JK mengingatkan bahwa kebocoran tidak sebesar yang Prabowo sampaikan. "Tapi tidak semua, jangan disamaratakan. Ada bersih ada tidak, tidak semua. Tidak benar itu diratakan 25 persen," JK menambahkan.

JK menambahkan, angka pasti tingkat kebocoran sulit dihitung. "Tidak ada (perkiraan), sulit kita perkirakan," ia menjelaskan.

Menurutnya, ada oknum pejabat yang meminta bagian 7 persen, ada pula yang 10 persen. "Tapi tidak ada yang minta 25 persen. Yang paling nakal kira-kira 15 persen, yang masuk pengadilan ya saya tidak tahu yang lain," kata JK.

Situasi saat ini, ujarnya, telah membuat takut untuk melakukan korupsi. "Hanya betul-betul yang korupsi sekarang itu yang pemberani-pemberani yang tidak takut ditangkap," katanya.

Jk memperinci jumlah pejabat yang telah diseret KPK ke pengadilan ada 9 menteri, 120 bupati, 19 gubernur.

"Ada negara seperti itu tidak? Tunjukkan satu negara yang anggota DPR-nya ada 40 ditangkap, yang kepala daerahnya 100 lebih, yang menterinya 9. Coba cari negara yang seperti itu," ujar JK. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top