KPK Siap Usut Isu Kebocoran Rp 500 Triliun Bila Ada Laporan

publicanews - berita politik & hukumWakil Ketua KPK Saut Situmorang. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi siap mengusut isu kebocoran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 500 triliun yang disebut calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Menurut Prabowo, kebocoran akibat penambahan besaran jumlah alokasi dana (mark up). Jumlah itu hampir mencapai 25 persen dari total APBN tahun lalu.

"Jadi kalau ada informasi dari sisi penindakan dimana ada sejumlah 25 persen APBN hilang, itu kalau benar, bila dilakukan oleh penyelenggara negara maka itu bisa dilakukan penindakan oleh KPK," ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat dikonfirmasi, Kamis (7/2).

Saut mengatakan, untuk laporan awal, pihak Capres nomor urut 02 itu bisa terlebih dahulu menghubungi call center KPK 198. "Nanti KPK akan melindungi Pelapor," Saut menambahkan.

Menurutnya, isu kebocoran anggaran itu harus diperiksa secara rinci. Apalagi APBN sendiri terdiri dari banyak pos anggaran.

"Saya harus check, APBN itu kan luas. Apa saja, dimana saja, gaji pegawai negeri juga APBN. Jadi yang mana dimaksud ? Kalau pengadaan barang dan jasa tentu harus detail," Saut menandaskan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top