Pegawai KPK Gelar Aksi Solidaritas Atas Penganiayaan Dua Penyelidik

publicanews - berita politik & hukumKetua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo bersama pegawai KPK lainnya membentangkan kain hitam simbol solidaritas terhadap dua penyelidik yang dianiaya, Kamis (7/2) siang. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Wadah Pegawai (WP) KPK menggelar aksi solidaritas terhadap dua penyelidik yang dianiaya ketika tengah bertugas. Keduanya sedang melakukan penyelidikan indikasi korupsi di Hotel Borobudur Jakarta, Sabtu (2/2) malam.

"Kami membentuk suatu rantai manusia sebagai simbol bahwa pegawai KPK akan tetap saling melindungi sesama pegawai KPK dalam rangka penangkapan-penangkapan terhadap para koruptor yang ada di negeri ini," ujar Ketua WP Yudi Purnomo di depan lobi Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (7/2).

WP, ujar Yudi, juga mengutuk keras atas tindakan penganiayaan yang menyebabkan keduanya menjalani perawatan di rumah sakit. Terlebih ada upaya untuk mengaburkan fakta dengan klaim tidak ada penganiayaan. Padahal pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan dan statusnya telah naik ke tingkat penyidikan.

Yudi mengatakan tindakan penganiayaan terhadap dua penyelidik tersebut merupakan teror yang ke sepuluh. WP meminta kasus ini diusut tuntas, tidak seperti nasib sembilan teror yang hingga saat ini belum terungkap.

"Oleh karena itu, sekali lagi, kami tadi meminta juga kepada bapak Kapolri untuk serius dan memprioritaskan masalah penganiayaan terhadap pegawai KPK," Yudi menandaskan.

Dua diantara teror terhadap KPK yang belum terungkap adalah penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan dan pelemparan bom molotov di rumah Ketua dan Wakil Ketua KPK. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top