Bela SBY, Wasekjen Demokrat Koreksi Pidato Prabowo

publicanews - berita politik & hukumSBY dan Prabowo bertemu di Mega Kuningan, Jakarta, Jumat, 21 Desember 2018. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pidato calon presiden Prabowo Subianto di hadapan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Rabu (6/2), mendapat koreksi dari Wakil Seketaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief.

Pada acara yang berlangsung di Hall Sports Mall, Kelapa Gading, Jakarta Utara itu, Prabowo mengatakan arah pembangunan ekonomi Indonesia sejak zaman Orde Baru (Orba) menuju keliru.

Pidato Prabowo ini mendapat protes Andi melalui akun Twitter-nya, @AndiArief_. Ia menyebut di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) semua on the track. Andi menyebut ekonomi tumbuh dan demokrasi berjalan dengan baik.

"Saya mengoreksi pendapat Pak Prabowo yang bilang Indonesia salah jalan, yang salah jalan itu Orba dan Indonesia 2014 hingga saat ini," kata Andi yang pernah menyebut Prabowo 'jenderal kardus' itu.

Pada era SBY, ia menambahkan, merupakan masa-masa rehabilitasi demokrasi secara tepat. Ia menyebut Prabowo bisa menikmati pertumbuhan ekonomi. "Bapak (Prabowo) bisa mendirikan partai dan bisa ikut Pilpres 3 kali," Andi kembali mencuit, Kamis (7/3).

Meski memprotes pernyataan Prabowo, Andi mengatakan Partai Demokrat tetap terus mendukung pasangan capres dan cawapres nomor urut 02.

"Kami ingin bapak menang tetapi masa rehabilitasi 2004-2014 jangan dilupakan, di situlah bapak menjadi sipil yang fleksibel," ujar Andi tanpa menjelaskan makna sipil yang fleksibel.

Sebelumnya, Prabowo melihat arah pembangunan ekonomi Indonesia menuju keliru. "Jadi Saudara sekalian, dari awal, dari sekian belas tahun, dari saya masih di dalam Orde Baru, saya sudah lihat arah pembangunan ekonomi Indonesia arahnya menuju keliru," kata mantan Pangkostrad itu, kemarin. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Cewek Kepo @ceweKepo07 Februari 2019 | 13:09:06

    Geliii....

Back to Top