Bosan Cara Halus, Jokowi Siap Bermain 'Keras'

publicanews - berita politik & hukumCalon petahana presiden Jokowi Widodo. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Semarang - Selama 4 tahun terakhir, calon petahana presiden Jokowi Widodo (Jokowi) mengaku condong banyak diam dan menanggapi secara halus atas segela isu yang ditujukan padannya. Namun, kini, kata Jokowi, ia perlu bermain 'keras'.

"Ya masak suruh halus terus? Ya kadang-kadang kita kan bosan. Bolehlah keras sedikit-sedikit tidak apa," ujar Jokowi kepada wartawan di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (3/2)

Tujuanya, ia menambahkan, untuk membangun militansi para relawan yang memberikan dukungan padanya pada Pilpres 2019.

Meski menyebut bermain 'keras', tetapi Jokowi membantah bila hendak menyerang lawan politik. "Serangan apa? Enggak ada. Eggak ada," ia menegaskan.

Beberapa penegasan yang disampaikan Jokowi dan menyerang lawan, misalnya soal bantahan Indonesia akan bubar yang sebelumnya disampaikan capres Prabowo Subianto.

Kemudian Jokowi melontarkan adanya tim sukses yang menggunakan cara propaganda Rusia. Pernyataan ini memantik serangan kubu lawan dan tanggapan langsung dari Pemerintah Rusia.

Soal 'Propaganda Rusia', kata Jokowi, bukan terkait dengan negara Rusia melainkan terminologi dari artikel Reins Corporation yang dibacanya.

"Ini kita tidak bicara mengenai negara, bukan negara Rusia tapi terminologi dari artikel di Reins Corporation," ujar Jokowi di rumah Akbar Tandjung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa malam. (feh)

Berita Terkait

Komentar(2)

Login
  1. shes one the @siswandi07 Februari 2019 | 17:22:29

    Iya... Sabar ada batas nya.

    Kl sdh sampai diujung, wajib di lawan.

    Itu baru namanya konsekwensi.

  2. Anak Gaul @gakasikah06 Februari 2019 | 11:08:58

    Setuju pak. Keras, tegas dan ditindak.

Back to Top