Calonkan Kader eks Napi Koruptor, Parpol Krisis Integritas

publicanews - berita politik & hukumDiskusi 'Menimbang Caleg Eks Koruptor' di The Atjeh Connection, kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Sabtu (2/2) siang. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengumumkan 49 anggota calon anggota legislatif (caleg) mantan narapidana. Kasus ini menjadi sorotan karena bertentangan dengan prinsip pemilu yang diharapkan diisi oleh calon-calon berintegritas.

Staf ahli ICW Emerson Yuntho mengatakan, partai politik saat ini tengah mengalami gejala serius, yakni krisis integritas. Ia mendasarkan penilaiannya pada dua indikator.

Pertama masih ada caleg eks koruptor yang dicalonkan lagi. Kedua, soal pelanggaran pakta integritas yg ditandatangani oleh para Ketua Umum parpol.

"Pakta integritas yang di tandatangani dilanggar oleh mereka sendiri," kata Emerson dalam diskusi 'Menimbang Caleg eks Koruptor' di The Atjeh Connection, Sarinah, Jakarta Pusat, Sabtu (2/2).

Dari 49 nama itu, diluar caleg DPD (Dewan Perwakilan Daerah), parpol telah meneken pakta integritas untuk tidak mencalonkan mantan terpidana korupsi. Namun ternyata masih saja ada caleg koruptor.

"Mereka menjadikan pemberantasan korupsi cuma slogan kampanye belaka," ujar Emerson.

Ia juga menyoroti soal usulan penyerahan LHKPN yang juga banyak ditentang partai politik. Hal ini, Emerson menambahkan, dijadikan ajang kompromi sebagai syarat pelantikan bukan pencalonan.

"Ini yang kami bilang ada krisis integritas di parpol untuk melakukan upaya-upaya menjadikan anggota legislatif berintegritas, mereka tidak suka," Emerson menandaskan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top