Kesulitan Isi e-LHKPN, Ketua DPRD DKI Datangi KPK

publicanews - berita politik & hukumKetua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mendatangi Gedung KPK, Jakarta, Rabu (23/1) pagi, untuk mengisi LHKPN secara manual. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Sulit untuk mengisi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) secara online melalui e-LHKPN, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mendatangi Gedung KPK, Rabu (23/1) pagi. Politisi PDIP itu memilih mengisi data secara manual.

"Udah pakai eletronik, tapi kan eletronik agak sulit. Kita kesulitan cara pakainya. Ini kita manual, ada koordinasi, apa saja yang kurang," ujar Prasetyo di depan lobi Gedung KPK, Jakarta.

Ia pernah mendapatkan pelatihan mengisi LHKPN, namun karena data yang dimasukkan agak banyak ia tetap saja bingung. Menurutnya, anggota DPRD Jakarta yang lain merasakan hal yang sama.

"Kami kesulitan cara memasukkannya. Banyak sekali," Prasetyo menambahkan. Ia berharap koleganya bisa menyelesaikan LHKPN pada Maret 2019 nanti.

Legislatif Paling Rendah Setor LHKPN, Jakarta Nol Persen

Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan pernah mengatakan, wajib pajak anggota DPRD DKI masih rapot merah. Dari 106 wajib pajak belum satu pun yang melaporkan LHKPN-nya.

"DPRD Provinsi DKI enggak pernah lapor. Nol persen," ujar Pahala Nainggolan, 14 Januari lalu. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top