Percakapan 124 Menit di Kokpit Lion Air JT610 Segera Dibuka

publicanews - berita politik & hukumCVR Lion Air PK-LQPyang ditemukan pada Senin (14/1) di perairan Karawang, Jawa Barat. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengatakan audio CVR Lion Air PK-LQP sangat bagus. Percakapan pilot sebelum terbang hingga pesawat Lion Air JT610 jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, sudah mulai ditranskip.

Menurut Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono, komite masih mentranskrip pembicaraan dari CVR tersebut. Kotak hitam itu berisi rekaman pembicaraan di kokpit. Hasil rekaman yang di-download selama 124 menit.

"Ketika pilotnya ngomong habis belanja, habis makan sate di Sabang, ya nggak kita taruh di report. Tapi yang berkaitan tentang kecelakaan ya kita taruh di report," ujar Soerjanto di Kantor Kemenko Maritim, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (21/1).

Dalam rekaman itu terdapat pembicaraan antara kapten dengan kopilotnya, pilot dengan ATC, dengan pramugari, pilot dengan engineer. "Pokoknya semua yang ada di situ semua akan kita tulis," Soerjanto menambahkan.

Percakapan yang akan diinvestigasi terhitung hingga dua jam terakhir sebelum kecelakan. "Kita nggak tahu rekaman yang di belakang itu apa. Kita yakin rekaman di belakang itu masalah maintenance saja," katanya.

Kotak hitam (black box) tersebut ditemukan Tim SAR gabungan pada Senin (14/1) di perairan Karawang, Jawa Barat. Tim juga mengangkat bagian bangkai pesawat dan ditemukan tulang manusia yang diduga merupakan korban Lion Air.

Sementara itu, kemarin, perwakilan korban kecelakaan Lion Air JT610 menemui Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Mereka mengadukan persoalan korban yang belum ditemukan hingga proses ganti rugi. 

Kuasa hukum keluarga korban Aprilia Supraliyanto mengatakan, sampai saat ini ada 64 korban yang belum ditemukan. Keluarga juga menuntut asuransi sesuai dengan aturan yang berlaku atau Permenhub Nomor 77 Tahun 2011 dan tanpa syarat. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top