Polri Bentuk Satgas Kasus Novel Baswedan

publicanews - berita politik & hukumPenyidik senior KPK Novel Baswedan dalam keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, pada 11 Desember 2018. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengeluarkan surat perintah pembentukan satuan tugas (satgas) khusus untuk mengungkap kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

"Tim gabungan yang terdiri atas Kepolisian Republik Indonesia, KPK, tokoh masyarakat, pakar, dan pihak lain yang dibutuhkan. Paling lambat 30 hari setelah rekomendasi diterima,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal di Mabes Polri, Jumat (11/1).

Satgas dipimpin Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz. Anggotanya 65 orang dari Polri, tim penyidik KPK, dan para peneliti sebagai tim pakar.

Nama-nama di luar institusi Polri, antara lain, Hendardi dari Setara Institute, Poengky Indraty dari Kompolnas, pakar hukum Indriyanto Senoadji, peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Hermawan Sulistyo, Ketua Umum Ikatan Sarjana Hukum Indonesia Amzulian Rifai, Komisioner Komnas HAM periode 2007-2012 Nur Kholis, dan Ifdhal Kasim.

Satgas dibentuk berdasarkan SK Kapolri nomor Sgas/ 3/I/HUK.6.6/2019 dengan batasan masa kerja 6 bulan.

Pembentukan satgas ini dilatari rekomendasi Komnas HAM yang menegaskan kasus penyerangan terhadap Novel adalah aksi yang sudah direncanakan secara terstruktur dan sistematis yang melibatkan beberapa pihak yang belum terungkap.

Novel diserang orang tak dikenal dengan menyiramkan air keras pada 11 April 2017 d Akibatnya mata sebelah kiri Kasatgas penyidikan KPK itu mengalami kebutaan. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top