Moeldoko Sebut Kasus Novel Kriminal Murni

publicanews - berita politik & hukumNovel Baswedan disambut Wadah Pegawai KPK pada hari pertama kembali bekerja, 27 Juli 2018. Mereka menggelar sayembara siapa penyerang Novel. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan merupakan kriminal murni, bukan masuk kategori pelanggaran HAM berat.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Moeldoko, di tengah persiapan debat capres-cawapres yang bakal mengangkat tema HAM. Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) itu mengatakan, pelanggaran HAM berat apabila ada unsur abuse of power kemudian genoside yang tersistem.

"Nggak ada itu dilakukan. Tidak ada kaitannya dengan kebijakan negara. Abuse of power itu adalah kebijakan negara, melekat," ujar mantan Panglima TNI itu di Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (11/1).

Kasus Novel Baswedan, Jokowi: Tanya Kapolri

Moeldoko menambahkan, kasus yang menimpa Novel tidak ada kaitannya dengan kebijakan negara. "Dalam konteks ini, konteks kriminal murni. Hanya, persoalannya siapa pelakunya. Itu yang jadi persoalan, yang belum ditemukan," ia menegaskan.

Meski demikian, Moeldoko mengakui negara belum menyelesaikan kewajibannya mengusut pelaku penyerangan pada Novel. Polisi masih bekerja untuk menemukan pelakukan kejahatan yang terjadi pada April 2017.

Desakan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) hingga kini belum dipenuhi pemerintah meski kasus penyiraman hampir memasuki tahun kedua. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top