Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Tuntaskan Kasus Teror Bom

publicanews - berita politik & hukumLima tokoh dari Koalisi Masyarakat Sipil menyatakan berdiri di belakang KPK menyusul teror bom kemarin, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (10/1) siang. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Dukungan masyarakat untuk KPK menyusul teror bom terus mengalir. Hal ini menyusul ditemukannya benda mirip bom di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua Laode M. Syarif, kemarin pagi.

Hari ini, lima tokoh Koalisi Masyarakat Sipil menyambangi Gedung KPK di kawasan Kuningan Persada, Jakarta Selatan. Mereka adalah mantan Komisioner KPK Erry Riana Hardjapamekas, mantan Direktur Indonesia Institut for Corporate Directorship Vita Diani, aktivis sosial HS Dilon, Mayling Oey, dan mantan Penasihat KPK Zainal Abidin.

Dalam pernyataannya mereka mendukung KPK untuk tidak takut akan teror dengan terus melakukan pemberantasan korupsi. Zainal Abidin mengatakan, aksi teror merupakan tindakan yang keji karena tidak senang dengan KPK.

Ia percaya ancaman seperti itu tidak akan mempan untuk mematahkan semangat KPK dalam pemberantasan korupsi.

"Tindakan melakukan ancaman itu tidak akan mempan untuk mematahkan semangat KPK dalam pemberantasan korupsi, jadi adalah tindakan yang sia-sia," ujar Zainal saat memberikan keterangan pers, Kamis (10/1).

Hal senada diungkapkan oleh Erry Riyana yang meminta jangan ada lagi teror terhadap KPK. Ia mendesak pemerintah segera menuntaskan kasus teror terhadap dua pimpinan KPK dalam semalam.

"Atas nama kami sendiri, mudah-mudahan atas nama banyak orang, ingin mendesak para pimpinan negara untuk secara sungguh-sungguh mencari tahu, menyelidiki, menyidik, kemudian membawa ke pengadilan siapa pun pelakunya," kata Erry.

Ia bersama empat tokoh lainnya dan tokoh lain yang tidak bisa hadir, bersama-sama masyarakat berdiri di belakang KPK.

"Kami mendukung apapun yang dilakukan KPK sepanjang itu betul-betul untuk pemberantasan korupsi," Erry menegaskan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top