Mendikbud Gandeng KPK Cegah Penyelewengan Dana Pendidikan

publicanews - berita politik & hukumMendikbud Muhadjir Effendy dan Ketua KPK Agus Rahardjo usai melakukan pertemuan membahas kerja sama cegah penyelewengan dana pendidikan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (8/1). (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengapresiasi tindakan KPK dalam pengungkapan kasus korupsi maupun suap terkait dana pendidikan. Banyak kasus korupsi sektor pendidikan yang bisa diselesaikan oleh KPK dan memiliki daya efek jera.

"Menurut saya ini bagus dan kita harapkan akan terus dilakukan pada tahun 2019 nanti," kata Muhadjir usai melakukan pertemuan dengan pimoinan KPK di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (8/1). Pertemuan membahas tindak lanjut kerja sama Kemdikbud dan KPK.

Baru-baru ini KPK mengungkap kasus dugaan korupsi pemotongan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Kabupaten Cianjur sekitar 14,5 persen dari total anggaran Rp 46,8 miliar. Kasus ini menjerat Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar, Kepala Dinas Pendidikan Cianjur Cecep Sobandi, Kabid SMP Disdik Cianjur Rosidin serta Tubagus Chepy Sethiady yang merupakan kakak ipar Irvan.

Pencairan dana sebenarnya sudah langsung diberikan kepada pihak sekolah. Namun sayangnya, menurut Muhajir, koruptor selalu memiliki celah dari sistem pencegahan yang sudah dibangun.

"Pencairan sebetulnya sudah langsung ya. Tapi yang namanya niat tidak baik itu bisa banyak cara, kan. Jadi sebetulnya dana itu sudah diterima oleh sekolah," katanya.

Agar kasus serupa tidak terjadi lagi, maka Kemendikbud bersama KPK akan terus membangun sistem pencegahan korupsi. Kerja sama untuk menyempurnakan sistem yang bisa meminimalisasi praktik-praktik tidak terpuji di dalam penggunaan anggaran pendidikan.

Sementara itu Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, lembaganya dan Kemdikbud bersepakat mengevaluasi seluruh regulasi yang ada. Salah satunya dengan membentuk tim monitoring secara elektronik pengelolaan dana pendidikan melalui aplikasi Jaga.

"Oleh karena itu kita lagi merancang, tadi sepakat, pertama, regulasi yang sudah ada kita evaluasi. Kemudian kami dengan pak Mendikbud masing-masing membentuk tim untuk kemudian melakukan e-monitoring. Itu nanti dimasukkan dalam platform Jaga kita," Agus menandaskan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top