Satgas Antimafia Bola Selidiki 60 Laporan Mafia Bola

publicanews - berita politik & hukumDiskusi 'Sepak Mafia Bola' di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Sabtu (5/1). (Foto: Publicanews/Edi)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tim Satuan Tugas atau Satgas Antimafia Bola akan menyelidiki 60 laporan terkait mafia bola. Jumlah itu disaring dari 278 laporan yang diterima satgas.

Hal itu disampaikan Kabag Penum dan Biro Penmas Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono dalam diskusi 'Sepak Mafia Bola' di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Sabtu (5/1).

Menurut Syahar, sebagian besar laporan terjadi pada Liga 2 dan Liga 3. Salah satu yang tengah diselidiki dan akan ditetapkan tersangka dalam pertandingan PSS Sleman melawan Madura FC.

"Minggu depan kami akan tetapkan adanya tersangka," ujar Syahar. Ia mengingatkan, dari 12 saksi ada beberapa yang mangkir dipanggil Bareskrim Polri.

Dalam kasus ini diduga ada pengaturan skor pada laga PSS Sleman vs Madura FC di babak 8 besar Liga 2 2018.

Sementara, Satgas Antimafia Bola juga akan menetapkan satu orang tersangka menyusul 4 orang sebelumnya.

"Jadi, ada satu orang lagi yang akan ditetapkan tersangka. Sekitar minggu depan," kata Humas Satgas Mafia Bola ini.

Sebelumnya, satgas telah menahan petinggi PSSI dalam kasus mafia skor bola atau rekayasa pengaturan pertandingan.

Empat orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka yaitu anggota Komite Disiplin atau Komdis PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) Dwi Irianto. Pria yang akrab disapa Mbah Putih itu ditangkap Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jumat (28/12) lalu.

Mbah Putih diduga terlibat dalam kasus rekayasa skor pertandingan di Liga 3 Indonesia.

Satgas Antimafia Bola sebelumnya menangkap anggota Komite Eksekutif atau Exco Johar Lin Eng. Ia juga diduga terkait pengaturan pertandingan di Liga 3.

Dua tersangka lainnya adalah Priyanto dan Anik Yuni Artikasari. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top