Polri Ancam 10 Tahun Penjara Penyebar Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Tiongkok

publicanews - berita politik & hukumKadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Polri akan menindak tegas penyebar hoaks surat suara tercoblos sebanyak 7 kontainer di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

"Siapapun di balik ini kita akan proses hukum tegas," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (4/1).

Iqbal menegaskan, Polri tidak main-main dan akan mengusut kasus ini hingga ke akar-akarnya. Kepolisian berjanji akan mengejar dan menindak dalang atau aktor intelektual di balik kabar bohong tersebut.

Bahkan, Iqbal menambahkan, pelaku terancam hukuman 10 tahun penjara karena menyebarkan kabar bohong yang menimbulkan keresahan masyarakat.

Menurut mantan Wakapolda Jatim ini, polisi akan menerapkan Pasal 14 ayat 1 dan 2 serta Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP.

Pasal 14 ayat 1: "Barang siapa, dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun".

Kemudian, Pasal 14 ayat 2 berbunyi: "Barang siapa menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan, yang dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, sedangkan ia patut dapat menyangka bahwa berita atau pemberitahuan itu adalah bohong, dihukum dengan penjara setinggi-tingginya tiga tahun".

Sementara Pasal 15 menyatakan: "Barang siapa menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berkelebihan atau yang tidak lengkap, sedangkan ia mengerti setidak-tidaknya patut dapat menduga, bahwa kabar demikian akan atau mudah dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya dua tahun". (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top