Segera Dilantik, Kepala BNPB Tak Lagi di Bawah Presiden

publicanews - berita politik & hukumMenko Polhukam Wiranto dan Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan segera melantik Letjen TNI Doni Monardo sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pelantikan Doni untuk menggantikan Laksamana Muda (Purn) Willem Rampangilei ini setelah ada revisi Peraturan Presiden (Perpres) yang menyatakan Kepala BNPB tidak lagi di bawah Presiden.

"Mudah-mudahan (segera), enggak lama," kata Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko, di gedung Sekretariat Kabinet, Jakarta Pusat, Kamis (3/1).

Moeldoko menambahkan, dengan revisi Perpres tersebut posisi BNPB akan seperti SAR, yakni di bawah Menko Polhukam. "Jadi tidak harus semuanya di bawah presiden, gitu kan. Karena efektivitas koordinasi, Menko Polhukam lebih langsung, gitu ya. Kita evaluasi selama ini posisi BNPB itu lebih pas di mana. Jadi kan selevel SAR," mantan Panglima TNI itu menjelaskan.

Ia menambahkan ada dua kementerian yang akan berkaitan langsung dengan BNPB. Yakni Menko Polhukam sebagau penanggung jawab tanggap darurat kebencanaan. Sedangkan terakit rehabilitasi di bawah tanggung jawab Menko PMK.

"Tetapi secara koordinasinya di bawah Kemenko Polhukam. Mungkin arahnya ke sana," Moeldoko menambahkan.

Pengangkatan Doni Monardo Dipersoalkan Gerindra dan Lingkaran Istana?

Mengenai posisi Kepala BNPB yang biasanya diisi pejabat sipil, Moeldoko mengatakan akan lebih mudah bila koordinasi dilakukan oleh pejabat TNI atau Polri yang masih aktif.

"Akan lebih mudah kalau masih aktif melakukan koordinasi lebih enak gitu ya. Kira-kira begitu sebagai pertimbangan," ujar Moeldoko.

Doni sedianya dilantik kemarin, namun mendadak batal sehingga memunculkan sejumlah rumor. Misalnya, adanya penolakan dari lingkaran dalam Istana terhadap mantan Komandan Paspampres era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu. Pengangkatan itu dikhawatirkan akan membuat alumnus Akmil 1987 itu memiliki akses langsung kepada Jokowi. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. SatriaMgnd @Satria03 Januari 2019 | 14:38:43

    Terserah sampean... Toh rakyat ingin ganti presiden...

Back to Top