Pengangkatan Doni Monardo Dipersoalkan Gerindra dan Lingkaran Istana?

publicanews - berita politik & hukumPresiden Joko Widodo diapit mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan eks Danjen Kopassus Doni Monardo. (Foto: net)
PUBLICANEWS, Jakarta - Partai Gerindra menuding rencana pengangkatan Letjen Doni Monardo sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai merusak tatanan di lingkungan TNI.

Doni rencananya dilantik Presiden Jokowi hari ini, namun ditunda. Ia menggantikan Laksamana Muda (Purn) Willem Rampangilei.

Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule mengatakan, jabatan Kepala BNPB merupakan posisi untuk sipil. Andaikan dari TNI harus yang sudah purnatugas, sedangkan Doni baru akan pensiun pada 2021.

"Jabatan Kepala BNPB itu diperuntukan bagi sosok sipil," ujar Iwan, Rabu (2/1).

Iwan juga menyoroti keputusan Jokowi saat mengangkat Marsekal Hadi Tjahjanto sebegai Panglima TNI, padahal tidak pernah menjadi panglima armada.

Kemudian posisi Pangkostrad yang diserahkan pada Letjen Andika Perkasa yang belum pernah menjadi Pangdam kelas A. Saat ini, Alumnus Akmil 1987 itu sudah menjabat KSAD dengan 4 bintang di pundaknya, melompati tiga angkatan seniornya.

Sebaliknya, Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief menyesalkan penundaan pelantikan Doni yang pernah menjabat Komandan Paspampres di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu.

"Tidak boleh dipermalukan. Undangan sudah menyebar, tapi tiba-tiba dibatalkan. Itu kan namanya dipermalukan. Malu dengan keluarga, malu dengan kesatuan, malu dengan khalayak," kata Andi dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu siang.

Istana belum menyebutkan sampai kapan penundaan pelantikan tersebut. Rumor yang beredar, Jokowi batal melantik Doni lantaran ada penolakan dari lingkaran dalam Istana.

Pengangkatan itu akan membuat Doni memiliki akses langsung kepada Jokowi. Di luar itu, pelantikan Doni dikhawatirkan bertentangan dengan UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top