Kubu PPP Romy Ancam Pidana Humphrey Djemat cs

publicanews - berita politik & hukumPPP kubu Romahurmuziy. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kepengurusan PPP kubu Romahurmuziy atau Romy telah memenangkan seluruh gugatan yang diajukan kepengurusan PPP Jakarta di bawah Djan Faridz.

Sekjen PPP Arsul Sani mengatakan, upaya terakhir PPP Djan Faridz cs yang mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ditolak oleh Mahkamah Agung melalui putusan PK Nomor 182 PK/TUN/2018 tanggal 8 November 2018.

Perkara yang diputus MA di atas merupakan perkara terakhir dari serangkaian kasus yang diajukan oleh Djan Faridz Cs di berbagai jalur peradilan. 

Menurut Arsul, gugatan Djan yang diajukan via Mahkamah Konstitusi (MK) empat perkara, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dua perkara, dan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta sekitar 6 perkara.

"Tidak ada satupun gugatan Djan Faridz cs, baik di jalur MK maupun lembaga peradilan di bawah MA, yang hasil akhirnya dikabulkan," ujar Arsul dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (29/12).

Karena itu, tidak ada lagi istilah PPP kubu Djan Faridz atau PPP kubu Muktamar Jakarta yang kini diteruskan Humphrey Djemat. "Tidak ada satupun legalitas yang mendukung mereka, baik berupa putusan akhir MA maupun SK Menkumham," ujarnya.

PPP kubu Romy akan melangkah ke ranah hukum pidana bila masih melakukan kegiatan-kegiatan dengan mengatasnamakan PPP. 

Arsul memberi batas waktu hingga akhir 2018 ini agar Humphrey Djemat cs meminta maaf. "Jika tidak proses pidana akan terpaksa kami jalankan agar mereka berhenti berulah," katanya. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top