Politik Identitas Sudah Ada Sejak Lama

publicanews - berita politik & hukumUbedilah Badrun (kanan) dan Aktivis 1998 Sarbini dalam diskusi 'Refleksi Akhir Tahun Politik Kebangsaan' di Gedung NEC, Jakarta Timur, Sabtu (22/12). (Foto: Publicanews/bimo)
PUBLICANEWS, Jakarta - Politik identitas sebagai senjata dalam pertarungan politik tidak bisa dihilangkan. Ia sudah ada sejak lama.

"Dulu ada Jong Java, Jong Celebes, Jong Papua. Mereka beda suku, tapi tujuannya untuk mempersatukan," kata pengamat politik Ubedilah Badrun dalam diskusi 'Refleksi Akhir Tahun Politik Kebangsaan' di Gedung NEC, Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (22/12).

Menurutnya, jika tidak ada politik identitas, maka tidak ada kelompok atau gerakan yang memperjuangkan persatuan bangsa. "Tidak semua politik identitas konotasinya negatif," ujarnya.

Sependapat dengan Ubedilah, salah satu aktivis 1998, Sarbini, mengungkapkan bahwa kondisi politik Indonesia saat ini tidak sesuai cita-cita para pendiri bangsa. Penerapan politik identitas sudah melenceng dari jalur yang semestinya.

"Kita lihat sekarang politik identitas, contohnya agama menjadi alat politik," Kara Sarbini.

Ia membenarkann pertarungan politik 2019 menonjolkan agama sebagai kekuatan kelompok tertentu. Para elit politik bertarung tidak sehat, menjatuhkan lawannya dengan menyinggung SARA.

"Kita wajib fanatik terhadap agama, tapi agama dibawa ke politik, entar dulu deh," Sarbini menambahkan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top