Elit Politik Saat Ini Tidak Bisa Kontrol Rakyatnya

publicanews - berita politik & hukumPengamat politik Ubedilah Badrun (tengah) dalam diskusi 'Refleksi Akhir Tahun Politik Kebangsaan' di Gedung NEC, JakartaTimur, Sabtu (22/12). (Foto: Publicanews/bimo)
PUBLICANEWS, Jakarta - Elit politik seharusnya bisa berperan menciptakan kondisi yang obyektif dalam mengkampanyekan program masing-masing kandidat, baik calon presiden maupun wakil rakyat.

Pengamat politik Ubedilah Badrun menilai, saat ini kampanye tidak merepresentasikan program yang diharapkan rakyat.

"Elitnya harus bicara untuk menjadi yang obyektif. Tiga persoalan penting yakni soal ekonomi, lapangan pekerjaan, dan hukum saat ini," kata Ubedilah dalam diskusi 'Refleksi Akhir Tahun Politik Kebangsaan' di Gedung NEC, Jakarta Timur, Sabtu (22/12).

Ia menyayangkan sikap elit politik yang tidak bisa mengontrol perang pendapat di media sosial. Ia mempertanyakan di mana peran elite politik. Ada pembiaran untuk membuat kericuhan.

"Sehingga perdebatan dari media sosial bisa beralih ke realitas," ujarnya.

Mantan aktivis 1998 itu juga menyinggung perilaku elit politik yang egois dan tidak memberikan cerminan bangsa demokrasi serta mensejahterakan rakyat.

Menurutnya, korupsi adalah salah satu perilaku yang sangat menonjol sekaligus menjadi preseden buruk bagi bangsa. Korupsi politik paling sering terjadi menjelang Pilpres dan Pileg.

"Terbukti, bagaimana belakangan ini semakin banyak OTT (operasi tangkap tangan)," katanya.

Zaman dulu, kata Ubedilah ,orang yang tertangkap korupsi sudah membuatnya jera. Praktik korupsi bisa berkurang asalkan hukum bisa ditegakkan dengan tegas. Di hadapan para aktivis 1998, Ubedilah tegas mengatakan pelaku korupsi harus dihukum mati.

"Kenyataannya sekarang tidak.
Ini ada yang salah dengan sistem di Indonesia," ia menegaskan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top