Ombudsman Minta Polri Segera Jawab Maladministrasi Kasus Novel

publicanews - berita politik & hukumKomisioner Ombudsman Adrianus Meliala. (Foto: Ombudsman)
PUBLICANEWS, Jakarta - Ombudsman RI Adrianus Meliala mendesak Polri segera memperbaiki maladministrasi minor dalam penanganan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Setahu Adrianus, Polri sudah memanggil Novel untuk diminta keterangan, namun belum terwujud. Pemanggilan Novel ini merupakan salah butir rekomendasi Ombudsman untuk menuntaskan kasus serangan yang hingga kini belum terungkap tersebut.

"Kami harapkan pada tanggal 25 Januari 2018 syarat yang kami mintakan itu sudah terpenuhi semua," kata Adrianus seusai bertemu Komisi Kepolisian Nasioan (Kompolnas) di kantor Ombudsman, Jakarta Selatan, Jumat (21/12).

Pada 25 Januari mendatang, Ombudsman akan memanggil pihak Polda Metro Jaya terkait hal tersebut. Hal itu sesuai dengan undang-undang bahwa rekomendasi Ombudsman harus dijalankan dalam 30 hari kerja.

"Kami harapkan jawabannya semua sudah dan kami bisa katakan 'oke maladminstrasi polisi selesai, kamu bisa tutup kasus ini'," Adrianus menjelaskan.

Komisioner Ombudsman Adrianus Pertanyakan Pembentukan TGPF Novel Baswedan

Sementara itu Komisioner Kompolnas Bekto Suprapto menilai kasus penyiraman air keras pada Novel sebagai utang Polri. Menurutnya, Kompolnas memahami ada sejumlah kesulitan polisi dalam mengungkap kasus ini.

Misalnya, tidak ada satu pun saksi yang melihat. Kemudian CCTV yang seharusnya bisa membantu sampai sekarang belum bisa diperiksa.

"Dan yang ketiga, korban belum mau untuk bersama-sama polisi mengungkap, mungkin karena distrust (ketidakpercayaan). Saya tidak tahu ya," Bekto menambahkan.

Untuk itu, Kompolnas juga akan bertemu dengan penyidik Polda Metro Jaya pada Januari 2019. "Tujuannya untuk menagih, Kompolnas terus akan nagih. Januari sebelum Ombudsman, Kompolnas sudah duluan akan nagih," Bekto menegaskan. (m-03)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top